Internasional
Hizbullah: Ansarullah Siap Tutup Bab el-Mandeb Jika Diminta

Media ABI, 24 Agustus 2026 — Wakil Ketua Dewan Politik Hizbullah, Mahmoud Qamati, mengatakan Ansarullah Yaman siap menutup Selat Bab el-Mandeb jika tekanan terhadap Perlawanan dan rakyat Lebanon terus diperluas. Menurut Qamati, Ansarullah bahkan telah menyatakan kesiapan memberikan “kunci” selat strategis tersebut kepada Perlawanan.
Dalam wawancara dengan Al-Manar yang dikutip Fars News Agency, Minggu (23/8/2026), Qamati mengatakan Hizbullah memilih memberi ruang bagi proses politik yang sedang berjalan. Sikap itu, menurutnya, ditempuh dengan harapan wilayah Lebanon yang masih diduduki dapat dibebaskan dan pasukan Israel ditarik dari wilayah tersebut.
Qamati menegaskan bahwa kemampuan Perlawanan masih utuh. Keputusan untuk tidak membalas setiap agresi, katanya, tidak boleh dibaca sebagai tanda kelemahan.
Baca juga: Laporan Kongres AS Soroti Skandal Jual Beli Pengampunan Trump
“Setiap upaya Israel untuk maju dan menduduki wilayah atau titik-titik baru akan dihadapi dengan perlawanan yang proporsional sesuai dengan perkembangan di lapangan,” ujarnya.
Ia juga membantah laporan mengenai keberadaan pasukan Iran di tengah Perlawanan di Lebanon selatan. Mengenai dataran tinggi Ali al-Taher, Qamati mengatakan Perlawanan terus menghadapi situasi tersebut melalui konfrontasi, sementara berbagai pilihan tetap dipertimbangkan sesuai perkembangan.
Soal hubungan dengan Amerika Serikat, Qamati mengatakan Hizbullah tidak menutup kemungkinan membuka kembali komunikasi langsung. Namun, keputusan itu akan ditentukan oleh kepentingan Hizbullah dan situasi yang berkembang.
Qamati juga memperingatkan agar pembebasan wilayah Lebanon tidak dikaitkan dengan persoalan persenjataan Perlawanan. Menurutnya, pendekatan semacam itu justru berisiko mengganggu kedaulatan dan hak-hak Lebanon.
Di tengah tekanan ekonomi, ia menegaskan Hizbullah tetap akan menjalankan program penampungan, perbaikan, rekonstruksi, dan bantuan bagi keluarga terdampak sesuai kemampuan dan sumber daya yang tersedia.
Baca juga: Setahun Usai Perang 12 Hari, Produksi Senjata Iran Naik Dua Kali Lipat
Kemungkinan pengerahan massa dan aksi turun ke jalan juga belum ditutup. Namun, Qamati mengatakan langkah tersebut akan ditentukan berdasarkan momentum serta perkembangan politik dan keamanan.
Dalam pernyataannya, Qamati kembali menekankan komitmen Hizbullah terhadap kehidupan bersama di Lebanon dan penghormatan terhadap seluruh kelompok masyarakat, termasuk Sunni, Syiah, Druze, dan Kristen.
“Kami tidak menganggap siapa pun sebagai kelas satu, kelas dua, atau kelas tiga,” tegasnya.
Menurut Qamati, pembebasan wilayah Lebanon dan kembalinya warga ke desa-desa mereka membutuhkan proses. Karena itu, hasil yang diharapkan, menurutnya, tidak dapat dicapai dengan tergesa-gesa. []
Baca juga: Al Jazeera: Kapal di Selat Hormuz Lebih Mematuhi Jalur Iran daripada AS







