Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Puluhan Tokoh Yordania Desak Pembatalan Perjanjian Militer dengan AS

Published

on

Tentara Yordania Targetkan Wilayah Suriah dengan Dalih Penyelundupan Narkoba

Ahlulbait Indonesia, 22 Juli 2026 — Puluhan tokoh nasional, politik, budaya, dan pemimpin suku di Yordania mendesak pemerintah untuk membatalkan perjanjian keamanan-militer dengan Amerika Serikat, menarik seluruh pasukan asing dari wilayah Yordania, serta menegakkan kebijakan netralitas di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.

Mengutip Al Mayadeen, Rabu (22/7), para penandatangan menegaskan bahwa menjaga kedaulatan nasional harus menjadi prioritas Kerajaan Yordania. Mereka mendesak pemerintah membatalkan perjanjian keamanan-militer dengan Amerika Serikat atau menyerahkannya kepada parlemen untuk ditinjau kembali dengan tujuan dibatalkan atau setidaknya dibatasi.

Mereka menilai keberadaan pasukan asing di Yordania hanya meningkatkan risiko keamanan, politik, dan ekonomi tanpa memberikan manfaat nyata bagi rakyat Yordania.

Pernyataan itu juga memperingatkan bahwa penempatan pasukan asing berpotensi menyeret Yordania ke dalam konflik-konflik regional, padahal negara tersebut bukan pihak dalam berbagai perselisihan itu.

Para tokoh tersebut juga menegaskan bahwa seluruh fasilitas strategis Yordania harus dijauhkan dari segala bentuk pemanfaatan militer dalam perang-perang kawasan. Pemerintah diminta memastikan fasilitas tersebut tidak digunakan untuk mendukung operasi militer pihak mana pun.

Mereka menambahkan bahwa Yordania tidak semestinya menanggung konsekuensi dari kebijakan-kebijakan yang tidak sejalan dengan kepentingan nasional, sementara rakyatnya tidak boleh dibebani dampak dari pilihan-pilihan politik tersebut.

Karena itu, pemerintah didesak segera mengambil langkah-langkah nyata untuk menjaga netralitas Yordania dan mencegah negara itu terseret ke dalam konsekuensi keberpihakan terhadap kebijakan Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut ditutup dengan penegasan bahwa netralitas sejati hanya dapat diwujudkan apabila Yordania tidak terlibat, baik dalam bentuk dukungan militer maupun logistik, kepada pihak mana pun yang terlibat dalam konflik. []