Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Tunjuk Enam Komandan Baru di Struktur Militer, Garda Revolusi, dan Basij

Published

on

Iran menunjuk enam komandan baru untuk mengisi posisi strategis di angkatan bersenjata, Garda Revolusi, Angkatan Laut Garda Revolusi, dan Basij.
Enam pejabat senior ditunjuk menduduki posisi strategis dalam struktur angkatan bersenjata, Garda Revolusi, Angkatan Laut Garda Revolusi, dan Basij Iran.

Ahlulbait Indonesia, 12 Agustus 2026 — Enam pejabat senior militer Iran mendapat penugasan baru melalui keputusan terpisah yang dikeluarkan pada Selasa (11/8/2026) oleh Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Iran, Ayatullah Agung Imam Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei. Perombakan tersebut mencakup jabatan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata, wakil kepala staf, Komandan Umum Korps Garda Revolusi Islam Iran, wakil komandan Garda Revolusi, komandan Angkatan Laut Garda Revolusi, serta kepala Organisasi Basij.

Berdasarkan keputusan tersebut, Mayor Jenderal penerbang Garda Revolusi Ali Abdollahi ditunjuk sebagai Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran. Brigadir Jenderal Kiomars Heidari ditetapkan sebagai wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata.

Baca juga: Begini Taktik Iran Tembus Pertahanan AS hingga Jatuhkan F-15E

Ahmad Vahidi ditunjuk sebagai Komandan Umum Korps Garda Revolusi Islam Iran sekaligus menerima kenaikan pangkat menjadi mayor jenderal. Mayor Jenderal Mustafa Izadi dipercaya sebagai wakil Komandan Umum Garda Revolusi.

Sementara itu, Laksamana Muda Garda Revolusi Ali Azmaei ditunjuk sebagai komandan Angkatan Laut Garda Revolusi. Jabatan Kepala Organisasi Basij dipercayakan kepada Hojatoleslam Mohammad Hossein Taeb.

Menurut keputusan tersebut, penunjukan enam pejabat baru dilakukan setelah sejumlah komandan senior sebelumnya gugur dalam serangan yang disebut dilakukan oleh musuh Zionis-Amerika.

Dalam keputusan pengangkatan Ali Abdollahi, Imam Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei menyebut gugurnya Mayor Jenderal Abdulrahim Mousavi sebagai latar belakang pergantian Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata. Pengangkatan Abdollahi juga didasarkan pada pengabdian dan pengalaman yang dimilikinya.

Abdollahi mendapat mandat untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan pertahanan serta keamanan seluruh angkatan bersenjata dan kekuatan Basij. Dia juga diminta memastikan kemampuan untuk memberikan respons tepat waktu, revolusioner, dan efektif terhadap berbagai tingkat serta bentuk ancaman militer, kognitif, dan hibrida terhadap Republik Islam Iran.

Keputusan tersebut juga menekankan penyelesaian proses integrasi antara Staf Umum Angkatan Bersenjata dan Markas Komando Pusat Khatam al-Anbiya berdasarkan arahan pemimpin sebelumnya.

Kiomars Heidari ditunjuk sebagai wakil Kepala Staf Umum berdasarkan pertimbangan komitmen, kompetensi, dan pengalaman, serta atas usulan Kepala Staf Umum. Tugas yang dibebankan kepadanya mencakup membantu meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan, memperkuat kapasitas spiritual serta semangat jihad angkatan bersenjata Republik Islam Iran, dan memperhatikan kebutuhan kesejahteraan personel.

Pergantian juga terjadi di pucuk pimpinan Garda Revolusi. Ahmad Vahidi ditunjuk sebagai Komandan Umum Korps Garda Revolusi setelah gugurnya Mayor Jenderal Mohammad Pakpour. Dalam keputusan tersebut, Vahidi menerima kenaikan pangkat menjadi mayor jenderal.

Baca juga: Kebakaran Dekat Bandara Washington Picu Status Darurat

Penunjukan Vahidi berlangsung ketika Iran disebut berada dalam kondisi menghadapi konfrontasi strategis dan menentukan dengan apa yang disebut sebagai hegemoni global. Mandat utamanya mencakup peningkatan berkelanjutan dan menyeluruh terhadap kemampuan Garda Revolusi untuk mencapai daya tangkal maksimal serta kesiapan melaksanakan operasi ofensif dengan kekuatan besar terhadap musuh.

Vahidi juga diminta memperkuat pembinaan budaya organisasi Garda Revolusi serta meningkatkan ketakwaan, wawasan, dan semangat revolusioner sebagai landasan internal para personel dan komandan. Struktur kepemimpinan di seluruh jenjang organisasi juga diarahkan untuk diperkuat dengan kapasitas spiritual, keilmuan, dan keterampilan modern.

Mustafa Izadi kemudian ditunjuk sebagai wakil Komandan Umum Garda Revolusi berdasarkan pertimbangan komitmen, kompetensi, dan pengalaman, serta atas usulan Komandan Umum Garda Revolusi. Dia mendapat mandat untuk berperan aktif dalam meningkatkan kesiapan organisasi melalui pembagian peran dan misi sesuai arahan Komandan Umum Garda Revolusi.

Di lingkungan Angkatan Laut Garda Revolusi, Ali Azmaei ditunjuk sebagai komandan baru setelah gugurnya Laksamana Madya Alireza Tangsiri. Keputusan tersebut mempertimbangkan komitmen, kompetensi, dan pengalaman Azmaei serta mengacu pada usulan Komandan Umum Garda Revolusi.

Azmaei mendapat mandat untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan, peralatan serta fasilitas kelautan, sekaligus memperkuat penguasaan informasi yang berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan dan kesiapan tempur. Mandat tersebut juga mencakup penguatan kapasitas spiritual dan wawasan serta perhatian terhadap kebutuhan kesejahteraan personel.

Angkatan Laut Garda Revolusi juga diarahkan untuk memperkuat koordinasi dengan unsur lain di lingkungan Garda Revolusi, Basij, Angkatan Laut Republik Islam Iran, serta berbagai unsur militer dan pemerintahan terkait.

Baca juga: Jenderal AS: Trump Tak Punya Opsi Militer Efektif untuk Buka Selat Hormuz

Pada struktur Basij, Hojatoleslam Mohammad Hossein Taeb ditunjuk sebagai Kepala Organisasi Basij setelah gugurnya Mayor Jenderal Gholamreza Soleimani. Penunjukan tersebut dilakukan atas usulan Komandan Umum Garda Revolusi dengan mempertimbangkan komitmen, kompetensi, dan pengalaman Taeb.

Taeb mendapat sejumlah mandat dalam menghadapi kondisi baru Iran. Salah satunya adalah memperdalam dan memperluas budaya Basij dan perlawanan untuk mewujudkan slogan “setiap warga Iran adalah seorang Basiji” dengan memanfaatkan kapasitas masyarakat dan kelompok masyarakat dalam rangka membangun Iran yang kuat dan bersatu serta melindungi Republik Islam.

Mandat berikutnya mencakup penguatan jaringan informasi berbasis masyarakat, peningkatan keterampilan dan pelatihan, penguatan wawasan, serta pemanfaatan teknologi modern untuk menghadapi ancaman musuh dengan pendekatan berbasis masyarakat.

Organisasi Basij juga diarahkan untuk membangun interaksi konstruktif dan efektif dengan berbagai lembaga pemerintahan, institusi negara, serta organisasi publik. Pengembangan kelompok jihad sosial, Basij berbasis kelompok masyarakat dan lingkungan tempat tinggal juga menjadi bagian dari mandat tersebut, dengan masjid sebagai pusat pengembangan layanan sosial yang efektif.

Selain berorientasi ke dalam negeri, keputusan tersebut menugaskan Basij untuk mempromosikan budaya Basij sebagai model perlawanan dan ketahanan masyarakat di berbagai penjuru dunia dalam menghadapi apa yang disebut sebagai hegemoni Zionis-Amerika.

Enam keputusan tersebut menata kembali sejumlah posisi strategis dalam struktur pertahanan dan keamanan Iran, mulai dari rantai komando tertinggi angkatan bersenjata, kepemimpinan Garda Revolusi dan Angkatan Laut Garda Revolusi hingga organisasi Basij. []

Baca juga: Washington Post: Sikap Serampangan Trump Bawa Perang Iran Tanpa Akhir