Internasional
Bentrokan Berdarah di Kapal Induk AS Abraham Lincoln, Tujuh Awak Tewas

Ahlulbait Indonesia, 12 Agustus 2026 — Bentrokan berdarah dilaporkan terjadi di kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln setelah awak kapal memprotes kondisi penugasan yang berkepanjangan. Tujuh awak dilaporkan tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam insiden tersebut.
Menurut laporan Tasnim News Agency pada Selasa (11/8/26), seorang sumber militer mengatakan bentrokan bermula setelah keluarga awak USS Abraham Lincoln menggelar protes luas terkait penugasan kapal yang disebut telah berlangsung selama 359 hari.
Baca juga: IRGC Ungkap Detail Penargetan Kapal Abraham Lincoln
Seorang penasihat Brad Cooper, komandan Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM, kemudian mendatangi kapal untuk meredakan ketegangan. Saat berbicara di hadapan sejumlah awak, penasihat tersebut mendapat sorakan dan lemparan botol air dari awak kapal yang memprotes kondisi mereka.
Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan antarpersonel menggunakan pisau dan senjata tajam. Menurut sumber tersebut, tujuh awak tewas dan sejumlah lainnya terluka. Kondisi di dalam kapal dilaporkan masih tegang dan tidak stabil.
USS Abraham Lincoln saat ini berada di Samudra Hindia. Tasnim melaporkan misi utama kapal tersebut adalah menjalankan blokade laut terhadap Iran.
Baca juga: USS Lincoln Terkatung-katung 208 Hari di Laut
Para awak sebelumnya mengeluhkan kondisi kehidupan selama penugasan. Keluhan mencakup jatah makanan yang sangat terbatas berupa setengah cangkir nasi dan dua potong daging, penghentian layanan pencucian pakaian kapal selama dua pekan, serta kondisi ruang mandi yang berjamur dan disebut menyebabkan infeksi jamur pada awak.
Menurut sumber yang dikutip Tasnim, komando CENTCOM belum memberikan penjelasan kepada para awak terkait kondisi tersebut.
Insiden di USS Abraham Lincoln disebut memiliki kemiripan dengan peristiwa di kapal induk USS Gerald Ford pada 12 Maret 2026. Dalam insiden tersebut, area akomodasi sekitar 600 awak terbakar dan 200 orang dilaporkan mengalami luka-luka.
Setelah mengevakuasi para korban ke pangkalan angkatan laut di Pulau Kreta, Yunani, USS Gerald Ford terpaksa kembali ke Amerika Serikat. Kapal tersebut disebut akan menjalani perbaikan hingga musim semi tahun berikutnya. []
Baca juga: Stok Rudal AS Menipis, Pentagon Paksa Industri Senjata Tingkatkan Produksi







