Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Ledakan Guncang Erbil, Pangkalan Militer dan Konsulat AS Dilaporkan Jadi Sasaran Drone

Published

on

Ledakan di Erbil memicu aktivasi sirene di pangkalan militer AS dan penghentian sementara operasional Bandara Internasional Erbil.
Ledakan di Erbil memicu aktivasi sirene di pangkalan militer AS dan penghentian sementara operasional Bandara Internasional Erbil. (Foto: IRNA)

Ahlulbait Indonesia, 16 Juli 2026 — Serangkaian ledakan mengguncang Kota Erbil, ibu kota Wilayah Kurdistan Irak, pada Rabu malam (16/7), di tengah laporan mengenai dugaan serangan drone yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat dan Konsulat AS di kota tersebut.

Menurut laporan IRNA, jaringan Al Jazeera melaporkan beberapa ledakan terdengar di berbagai titik di Erbil. Hampir bersamaan, sejumlah media juga menyebut sirene peringatan di pangkalan militer Amerika Serikat di kota itu sempat diaktifkan.

Baca juga: IRGC Gempur Pangkalan Militer AS di Bahrain dan Kuwait dalam Gelombang Ketiga Operasi Nasr-2

Dalam perkembangan berikutnya, Shafaq News, mengutip sumber lokal, melaporkan tiga drone ditembak jatuh di dekat Konsulat Amerika Serikat di Erbil.

Sementara itu, seorang sumber keamanan Irak mengatakan kepada media tersebut bahwa dua drone lain yang diduga mengarah ke Bandara Internasional Erbil dan Konsulat Amerika Serikat berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.

Jaringan Al-Ghadeer juga melaporkan suara ledakan terdengar dari kawasan Konsulat Amerika Serikat di Erbil. Media tersebut menyebut kepulan asap terlihat membumbung dari pangkalan militer Amerika Serikat setelah sebuah drone dilaporkan menghantam kawasan tersebut.

Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari otoritas Irak maupun pihak militer Amerika Serikat mengenai penyebab ledakan maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan.

Sejumlah media juga melaporkan bahwa operasional penerbangan di Bandara Internasional Erbil untuk sementara dihentikan sebagai langkah antisipasi menyusul insiden tersebut. []

Baca juga: Lima Rudal Balistik Digunakan IRGC untuk Hantam Sasaran Amerika di Yordania, Qatar, dan Oman