Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Al-Nujaba: Senjata Perlawanan Merupakan Kebutuhan Strategis

Published

on

Harakat al-Nujaba Irak, Ancam Guncang Kepentingan AS di Asia Barat
Al-Nujaba menilai kemampuan pertahanan diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa.

Ahlulbait Indonesia, 12 Juni 2026 — Ketua Dewan Eksekutif Gerakan Perlawanan Islam Al-Nujaba Irak, Sheikh Nazim Al-Saidi, menegaskan bahwa mempertahankan senjata perlawanan merupakan kebutuhan strategis untuk melindungi rakyat dan mencegah terulangnya tragedi keamanan di Irak.

Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform X pada Jumat (12/6/2026), bertepatan dengan peringatan tragedi Speiker, Al-Saidi menyebut peristiwa tersebut sebagai pengingat pentingnya menjaga kemampuan pertahanan dan perlawanan.

Baca juga: Menteri Pertahanan Inggris Mundur setelah Berselisih dengan Starmer

“Tragedi ini selalu mengingatkan kita bahwa mempertahankan senjata perlawanan bukanlah sebuah pilihan, melainkan kebutuhan. Ini merupakan jaminan untuk melindungi rakyat dari pengkhianatan dan mencegah terulangnya peristiwa serupa,” tulis Al-Saidi sebagaimana dilansir IRNA.

Pernyataan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan tragedi Speiker, salah satu peristiwa paling tragis dalam sejarah modern Irak yang terjadi pada Juni 2014 setelah kelompok teroris ISIS menguasai Mosul.

Saat itu, ribuan taruna dan personel muda Angkatan Udara Irak yang menjalani pelatihan di Kamp Speiker, dekat Tikrit, menjadi korban setelah situasi keamanan di kawasan tersebut runtuh akibat ofensif ISIS di Irak utara.

Peristiwa Speiker kemudian menjadi simbol penderitaan Irak dalam menghadapi terorisme serta ancaman kelompok ekstremis yang melanda negara itu selama bertahun-tahun. Setelah ISIS berhasil dikalahkan, otoritas Irak menangkap dan mengadili sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam tragedi tersebut.

Peringatan tahunan tragedi Speiker kerap dimanfaatkan berbagai kelompok politik dan perlawanan di Irak untuk menekankan pentingnya kesiapsiagaan keamanan nasional serta upaya mencegah munculnya kembali ancaman terorisme. []

Baca juga: Pendeta Dix Pasande, Palestina, dan Jalan Kemanusiaan Lintas Agama: “Saya Melihat Arba’in sebagai Panggilan Universal”