Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pangkalan Militer AS di Al-Tanf Suriah Dihantam Rudal Iran

Published

on

Juru Bicara IRGC Brigjen Hossein Mohebi mengumumkan pangkalan militer AS di Al-Tanf, Suriah, menjadi sasaran dalam Operasi Nasr 2. (Foto: Tasnim News Agency)
Juru Bicara IRGC Brigjen Hossein Mohebi mengumumkan pangkalan militer AS di Al-Tanf, Suriah, menjadi sasaran dalam Operasi Nasr 2. (Foto: Tasnim News Agency)

Ahlulbait Indonesia, 27 Juli 2026 – Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Hossein Mohebi, mengungkapkan bahwa pangkalan militer Amerika Serikat di Al-Tanf, Suriah, menjadi salah satu sasaran dalam operasi militer Nasr 2. Ia menegaskan, Iran siap memperluas jangkauan operasi apabila kampanye militer tersebut terus berlanjut.

Dalam wawancara eksklusif dengan Tasnim News Agency pada Minggu malam (26/7/2026), Mohebi menyatakan bahwa konflik yang dipicu Amerika Serikat telah berkembang menjadi perang berskala regional, sebagaimana telah diperingatkan sebelumnya oleh para pemimpin syahid Iran.

Baca juga: Kepala Staf Gabungan AS Ingatkan Trump akan Bahaya Perang dengan Iran

“Imam Syahid pernah mengatakan bahwa jika Amerika memulai perang, maka perang itu akan menjadi perang regional. Dan itulah yang kini terjadi. Kawasan ini sangat luas secara geografis serta memiliki kedalaman strategis yang besar,” ujarnya.

Mohebi menjelaskan bahwa IRGC secara bertahap memperluas wilayah operasi dengan menyasar titik-titik strategis dan simpul-simpul penting yang memiliki nilai militer tinggi.

“Kami selangkah demi selangkah memperluas geografi operasi dan memasukkan berbagai simpul strategis ke dalam cakupan operasi ini,” katanya.

Ia menegaskan bahwa dalam operasi Nasr 2, IRGC telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Al-Tanf, yang disebutnya sebagai salah satu kedalaman strategis Washington di kawasan.

Baca juga: New York Times Ungkap Alasan Trump “Menunda” Eskalasi Serangan terhadap Iran

“Kami telah menyerang pangkalan Al-Tanf di Suriah, yang merupakan kedalaman strategis Amerika. Jika operasi ini berlanjut, maka terdapat potensi untuk memperluas wilayah operasi,” tegas Mohebi.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa Iran membuka peluang untuk memperluas sasaran operasi terhadap aset-aset strategis Amerika Serikat di kawasan apabila eskalasi konflik terus berlanjut. []

Baca juga: IRGC: Iran Hancurkan 11 Pesawat Militer AS di Pangkalan Regional

Continue Reading