Lifestyle
Iran Masuk Liga Elite Teknologi Pencitraan Medis Dunia lewat ProSPECT II

Ahlulbait Indonesia | 30 Mei 2026 — Iran resmi masuk jajaran negara produsen teknologi pencitraan medis canggih setelah meluncurkan ProSPECT II, perangkat pemindai jantung berbasis SPECT buatan dalam negeri yang selama ini hanya dapat diproduksi segelintir negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, dan China. Laporan mengenai capaian tersebut dipublikasikan Press TV melalui tulisan Ivan Kesic pada Jumat, 29 Mei 2026.
Baca juga: Iran Kembangkan Teknologi Nano untuk Regenerasi Tulang
ProSPECT II merupakan sistem dual-detector dedicated cardiac SPECT yang dikembangkan perusahaan teknologi Iran, Parto Negar Persia. Teknologi tersebut digunakan dalam kedokteran nuklir untuk memetakan fungsi organ secara tiga dimensi, termasuk mendeteksi penyumbatan arteri koroner, tumor kanker, hingga kerusakan jaringan tulang.
SPECT atau Single Photon Emission Computed Tomography bekerja dengan memanfaatkan radiofarmaka seperti Technetium-99m yang disuntikkan ke tubuh pasien. Senyawa itu akan terkonsentrasi sesuai aktivitas metabolik jaringan, lalu dipindai melalui detektor gamma untuk menghasilkan citra medis berpresisi tinggi.
Selama puluhan tahun, teknologi ini didominasi perusahaan Barat dan Asia Timur. Situasi mulai berubah ketika Parto Negar Persia memulai pengujian kualitas generasi pertama ProSPECT pada September 2017. Tiga bulan kemudian, perangkat tersebut mulai digunakan di Rumah Sakit Imam Khomeini, Teheran, sebagai sistem SPECT jantung pertama buatan Iran yang dipakai secara klinis.
Empat tahun kemudian, Iran memperkenalkan ProSPECT II dengan peningkatan signifikan pada kualitas citra, fleksibilitas sistem, dan kemampuan teknis yang disebut sejumlah spesialis setara bahkan melampaui beberapa merek internasional.
Baca juga: Kemajuan Iran dan Pendidikan Perempuan
Dirancang Fleksibel dan Efisien
Salah satu keunggulan utama ProSPECT II terletak pada desain modularnya. Sistem ini memungkinkan rumah sakit mengubah pemindai jantung khusus menjadi sistem SPECT seluruh tubuh hanya dengan mengganti konfigurasi dan ukuran detektor, tanpa perlu membeli perangkat baru secara penuh.
Perangkat ini menggunakan dua kristal scintillation sodium iodide yang dipadukan dengan 24 photomultiplier tube berbentuk persegi. Desain tersebut mengurangi area mati pada proses deteksi dan meningkatkan kualitas akuisisi data. Resolusi spasial intrinsiknya mencapai 3,5 milimeter dengan resolusi energi 9,3 persen pada 140 kiloelectronvolt. Angka itu dinilai kompetitif dibanding sistem internasional sekelasnya.
ProSPECT II juga dirancang lebih ramah pasien. Sistem mampu menampung pasien hingga 250 kilogram dengan bore gantry berdiameter 70 sentimeter. Tempat tidur pasien dapat diturunkan untuk memudahkan akses pasien lanjut usia maupun penyandang keterbatasan mobilitas.
Empat posisi pemindaian tersedia dalam sistem ini, termasuk prone imaging yang membantu mengurangi artefak diafragma yang sering memicu kesalahan diagnosis penyakit jantung pada sistem konvensional.
Baca juga: Iran Nano 1404: Lompatan Besar Iran Menuju Kekuatan Baru Melalui Nanoteknologi
Kurangi Ketergantungan Impor
Kehadiran ProSPECT II membawa dampak besar bagi sistem kesehatan Iran yang selama ini bergantung pada impor alat medis mahal dan terdampak sanksi internasional. Sebelum produksi domestik berjalan, rumah sakit di Iran menghadapi biaya tinggi, keterlambatan pengiriman suku cadang, dan ketidakpastian layanan teknis dari luar negeri.
Parto Negar Persia menyatakan seluruh komponen ProSPECT II diproduksi di dalam negeri. Kondisi ini memungkinkan ketersediaan suku cadang lebih cepat dengan respons layanan kurang dari 24 jam di Teheran dan di bawah 72 jam untuk kota lain.
Dari sisi biaya, harga ProSPECT II berkisar 250 ribu hingga 300 ribu euro per unit. Angka tersebut lebih murah sekitar 100 ribu euro dibanding perangkat asing sekelas yang dijual antara 350 ribu hingga 400 ribu euro.
Digunakan Ribuan Pasien
Sejumlah dokter spesialis kedokteran nuklir di Iran menyatakan kepuasan terhadap performa sistem ini. Dr. Ramin Sadeghi dari Rumah Sakit Javad Al-Aemeh di Mashhad menyebut kualitas citra dan akurasi diagnostik ProSPECT setara dengan merek internasional ternama.
Dr. Maryam Tajik Rostami dari Tehran Heart Center mengatakan sistem ProSPECT II yang dipasang sejak Oktober 2022 telah digunakan untuk memindai lebih dari 5.000 pasien dengan hasil yang memenuhi standar klinis. Sementara Dr. Samayeh Ghahremani melaporkan lebih dari 15.600 pemindaian pasien telah dilakukan menggunakan sistem serupa di Mashhad.
Hingga kini, sistem ProSPECT telah dipasang di sedikitnya sembilan pusat medis besar di Iran, termasuk Tehran Heart Center, Rumah Sakit Baqiyatallah, Rumah Sakit Shariati, dan Alborz Subspecialty Hospital.
Baca juga: Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan dan Kehidupan Sosial
Menantang Dominasi Industri Global
Pasar global pencitraan kedokteran nuklir selama ini didominasi perusahaan besar seperti Siemens Healthineers, GE Healthcare, dan Canon Medical Systems. Meski demikian, ProSPECT II disebut mampu bersaing pada sejumlah parameter penting seperti resolusi citra, fleksibilitas posisi pasien, serta efisiensi layanan purna jual.
Keunggulan lain muncul pada kemampuan pengembangan riset domestik. Peneliti Iran telah menggunakan platform ProSPECT untuk studi deep learning guna menurunkan dosis radiasi pada pencitraan perfusi miokardium dan mempublikasikannya dalam jurnal ilmiah terindeks.
Bagi Iran, ProSPECT II bukan hanya sebagai alat kesehatan baru. Sistem ini menjadi simbol kemampuan industri teknologi tinggi nasional yang berhasil menembus sektor yang sebelumnya didominasi segelintir negara maju. []
Baca juga: Duta Besar RI Tekankan Perluasan Kerja Sama Ilmiah dan Teknologi dengan Iran







