Ikuti Kami Di Medsos

Info ABI

ABI dan Kemenlu RI Buka Peluang Pasar Global bagi Pelaku Usaha melalui Halal Expo Indonesia 2026

Published

on

Halal Expo Indonesia 2026 menjadi peluang strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar internasional, memperoleh permodalan, dan menjalin kemitraan bisnis halal.
ABI dan Kemenlu RI membuka peluang pasar global bagi pelaku usaha melalui Halal Expo Indonesia 2026 sebagai wadah penguatan jaringan bisnis, investasi, dan pengembangan industri halal nasional. (Foto ilustrasi ABI)

Jakarta, 16 Juni 2026 — Ahlulbait Indonesia (ABI) melalui Bidang Sosekbudhun Pimpinan Nasional Muslimah Ahlulbait Indonesia (Pimnas Muslimah ABI) dan Departemen Pemberdayaan Ekonomi Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (DPP ABI), bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, akan menggelar Sosialisasi Halal Expo Indonesia 2026 (HEI 2026) pada Rabu (17/6).

Baca juga: Jurnal Iqtishaduna Edisi ke-IV: Model Pemberdayaan Ekonomi Ahlul Bait Indonesia Menuju 2026

Kegiatan Halal Expo akan berlangsung pada 8-12 Juli di Tenis Indoor Jakarta, sedangkan sosialisasi nya akan berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting pukul 15.00 hingga 17.00 WIB ditujukan bagi pelaku usaha komunitas Ahlulbait, khususnya pelaku industri halal dan sektor usaha turunannya.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kapasitas pelaku usaha agar mampu memanfaatkan berbagai peluang dalam ekosistem industri halal yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Penyelenggara berharap Halal Expo Indonesia 2026 dapat menjadi platform strategis bagi pengembangan usaha melalui perluasan akses pasar, penguatan jaringan bisnis, serta peningkatan peluang investasi dan pembiayaan.

Wakil Ketua Departemen Pemberdayaan Ekonomi DPP ABI, Hilmi D. Haq, mengatakan peserta akan memperoleh berbagai informasi mengenai peluang yang tersedia dalam HEI 2026.

Baca juga: Visi Pemberdayaan Ekonomi Ahlulbait Indonesia: Membangun Kemandirian dan Keadilan Ekonomi

“Peserta akan mendapatkan informasi mengenai akses pasar nasional dan internasional, peluang memperoleh permodalan, serta kesempatan mengikuti business matchmaking dengan mitra potensial dari berbagai sektor industri halal,” ujarnya kepada Media ABI, Selasa (16/6).

Menurut Hilmi, kegiatan tersebut menyasar berbagai sektor usaha, antara lain fesyen, kuliner, wisata halal, pendidikan Islam, keuangan syariah, dan teknologi.

Ia menambahkan, penguatan jejaring antar pelaku usaha menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin kompetitif. Karena itu, partisipasi aktif pelaku usaha dalam agenda ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi baru yang berkelanjutan.

Melalui HEI 2026, ABI juga mendorong tumbuhnya ekosistem ekonomi halal yang inklusif dan berdaya saing, sekaligus memperluas kontribusi pelaku usaha komunitas Ahlulbait dalam pengembangan ekonomi nasional.

Kegiatan sosialisasi ini terbuka bagi pelaku usaha yang ingin memperluas jaringan, meningkatkan daya saing produk, serta menjajaki peluang kerja sama dalam industri halal yang terus berkembang di Indonesia maupun pasar global. []

Baca juga: Ketua Umum ABI Dorong Ghirah Ekonomi Perlawanan lewat Model Koperasi