Info ABI
Ketua Dewan Pakar ABI: Nilai-Nilai Ahlul Bait Harus Menjadi Budaya Organisasi

Jakarta, 1 Juli 2026 — Ketua Dewan Pakar Ahlulbait Indonesia (ABI), Sayyid Naufal Ali, menegaskan bahwa nilai-nilai Ahlul Bait tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus menjadi core values yang menjiwai budaya organisasi dan tercermin dalam perilaku setiap kader. Menurutnya, kemajuan organisasi hanya dapat dicapai ketika setiap kader mampu menyatu dengan organisasi dan mengedepankan kontribusi di atas kepentingan pribadi.
Penegasan tersebut disampaikan dalam Rapat Pleno Semester I Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ABI yang digelar secara hybrid pada Selasa (30/6/2026).
Mengawali sambutannya, Sayyid Naufal mengapresiasi capaian DPP ABI selama Semester I 2026. Berbagai program yang telah dijalankan, menurutnya, menunjukkan perkembangan organisasi yang positif dan diharapkan terus berjalan dengan baik hingga akhir tahun.

Rapat Pleno Semester I DPP ABI menjadi momentum memperkuat sinergi, budaya organisasi, dan komitmen menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. (Dok. ABI)
Baca juga: Ketua Dewan Penasehat ABI: Dakwah Institusional Menjadi Fondasi Membangun Peradaban
Dalam kesempatan itu, Sayyid Naufal juga menyampaikan selamat atas peluncuran Lembaga Ahwal Syakhsiah, yang dinilainya sebagai program yang telah lama dinantikan oleh masyarakat Ahlul Bait di Indonesia. Kehadiran lembaga tersebut diharapkan menjadi rujukan bagi masyarakat untuk memperoleh solusi atas berbagai persoalan keagamaan dari para pakar dan asatidz Ahlul Bait sendiri.
Selain itu, ia menyambut baik peluncuran Pusat Layanan Informasi Syiah (PLIS). Menurutnya, lembaga tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat akan informasi yang benar mengenai Syiah. Selama ini, banyak informasi tentang Syiah yang beredar di internet justru berasal dari pihak-pihak yang memusuhi Syiah atau tidak memiliki kompetensi, sehingga kehadiran PLIS diharapkan menjadi rujukan informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Masyarakat membutuhkan informasi tentang Syiah dari tubuh Syiah sendiri, bukan informasi palsu dan menyesatkan dari pihak yang tidak memahami Syiah.”
Lebih lanjut, Sayyid Naufal berharap Rapat Pleno tidak hanya menjadi forum penyampaian laporan kerja, tetapi juga menjadi ruang untuk saling menguatkan, saling menopang, dan menyatukan langkah dalam mewujudkan tujuan organisasi.
Ia juga mengingatkan bahwa setiap kader yang terlibat dalam organisasi perlu larut dalam organisasi dan mengesampingkan identitas pribadi. Menurutnya, yang harus dikedepankan bukanlah identitas individu, melainkan kontribusi nyata bagi kemajuan organisasi.
“Orang yang terlibat dalam organisasi perlu larut dan menghilangkan identitas.”
Baca juga: Ketua Dewan Syura ABI: Regenerasi Berkualitas Menjadi Kunci Masa Depan Organisasi
Menurut Sayyid Naufal, makna dari pesan tersebut adalah setiap kader dituntut menyatukan diri dengan visi dan tujuan organisasi sehingga mampu memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bersama.
“Ketika seseorang terlibat dalam organisasi, yang harus dikedepankan adalah kontribusi positif bagi organisasi, bukan identitas pribadinya.”
Sayyid Naufal menegaskan bahwa nilai-nilai Ahlul Bait harus menjadi core values yang menjiwai seluruh gerak organisasi ABI. Nilai-nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai slogan, tetapi harus hidup dalam budaya organisasi dan tercermin dalam sikap serta perilaku setiap kader.
Menutup sambutannya, Sayyid Naufal menilai Rapat Pleno Semester I menjadi bukti bahwa ABI terus bertumbuh sebagai organisasi kemasyarakatan yang semakin memperkuat sinergi, ukhuwah, dan tata kelola organisasi. Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperbarui komitmen seluruh elemen ABI agar terus menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat melalui ketulusan dan profesionalisme. []
Baca juga: DPP ABI Gelar Rapat Pleno Nasional, Dewan Syura Luncurkan Dua Lembaga Strategis







