Info ABI
DS ABI Tetapkan 1 Rabiul Awal 1448 H Jatuh pada Jumat, 14 Agustus 2026

Jakarta, 14 Agustus 2026 — Dewan Syura Ahlulbait Indonesia (DS ABI) menetapkan 1 Rabiul Awal 1448 H jatuh pada Jumat, 14 Agustus 2026 M. Penetapan tersebut didasarkan pada kriteria visibilitas hilal awal bulan Rabiul Awal 1448 H dari lembaga kredibel dalam dan luar negeri, termasuk Islam Al Ashiyl, serta informasi tim rukyah Falak ABI dalam pemantauan yang dilakukan pada Kamis, 29 Safar 1448 H, bertepatan dengan 13 Agustus 2026.
Keputusan tersebut disampaikan oleh Koordinator Dewan Itsbat Hilal Dewan Syura Ahlulbait Indonesia, Ustadz Abdullah Beik, MA, dan diketahui Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia, Ustadz Husein Shahab, MA.
Data Hisab: Ijtimak Terjadi Dini Hari
Berdasarkan data hisab untuk wilayah Indonesia, ijtimak (konjungsi) awal Rabiulawal 1448 H terjadi pada Kamis, 13 Agustus 2026, pukul 00.36.41 WIB. Peristiwa ini juga bertepatan dengan gerhana matahari total, meski gerhana tersebut tidak dapat disaksikan dari wilayah Indonesia.
Baca juga: PSDM ABI Gelar Sosialisasi Hukum Anti-Perundungan di MA Shiddiqah Zahra
Saat matahari terbenam pada hari yang sama, posisi hilal berada pada altitude (ketinggian) hakiki 6,3° hingga 7,7°, dengan elongasi Bulan-Matahari 7,4° hingga 9,3°, usia hilal antara 14 jam 58 menit hingga 18 jam 16 menit, serta tingkat iluminasi 0,52% hingga 0,77%. Parameter tersebut secara hisab tergolong cukup tinggi untuk ukuran hilal awal bulan.
Empat kriteria visibilitas hilal yang umum digunakan secara internasional, yakni Odeh, Shaukat, Yallop, dan SAAO, seluruhnya menyatakan hilal berpotensi terlihat (observable) di seluruh wilayah Indonesia, dengan titik potensi terbaik berada di Bengkulu dari sisi altitude dan Aceh dari sisi elongasi. Secara global, hilal juga diprediksi dapat teramati di Australia, Asia Tenggara, Asia Selatan, Asia Barat, dan kawasan Mediterania Afrika.
Meski demikian, potensi hisab yang baik tidak serta-merta menjamin keberhasilan rukyat di lapangan karena kondisi cuaca dan atmosfer turut menentukan hasil pengamatan secara riil.
Baca juga: Sekretariat DPD ABI Kota Malang Terima Kunjungan Komikus Aji Prasetyo
Laporan dari Lapangan: Terhalang Awan dan Kabut
Sejumlah laporan sementara dari tim pemantau hilal di berbagai daerah menunjukkan hasil yang seragam: hilal tidak berhasil disaksikan.
Pelabuhan Tanjung Tembaga, Probolinggo, Jawa Timur — Cuaca berawan. Tiga pemantau, Ali Zaenal Abidin, Achmad Ghufron, dan Arif Abd Muis, menyatakan tidak melihat hilal.
Plajan, Jepara, Jawa Tengah — Kabut tebal menghalangi pandangan. Empat pemantau, Hasan, Ja’far Shodik, Muhlisin, dan Nur Alim, melaporkan hasil yang sama.
Nyamplung Cobong, Jember, Jawa Timur — Kondisi berkabut dan berawan. Tim yang terdiri atas Muh Jufri, Asmawi, Jamaludin, dan Suwandi tidak berhasil melihat hilal.
Panjen, Malang, Jawa Timur — Awan hitam menutupi ufuk barat. Empat pemantau, Habib Saleh, Firdaus Nuriono, Muhammad Haddad, dan Dedy Setiawan, turut melaporkan hilal tidak terlihat.
Sementara itu, tim rukyat dari Aceh, salah satu titik dengan prospek hisab terbaik dari sisi elongasi, dikabarkan tidak melakukan pemantauan pada petang ini.
Dasar Penetapan DS ABI
Hasil pemantauan lapangan tersebut menjadi bagian dari informasi yang dihimpun dalam proses penetapan awal Rabiulawal 1448 H. DS ABI mempertimbangkan data hisab, kriteria visibilitas hilal dari lembaga kredibel dalam dan luar negeri, serta informasi tim rukyah Falak ABI dalam menetapkan awal bulan.
Baca juga: DPD ABI Kota Pasuruan Sambut Hangat Kunjungan Kemenag dan FKUB
Berdasarkan keseluruhan pertimbangan tersebut dan Konsep Rukyah Muhaqqaqah Imam Ali Khamenei, DS ABI menetapkan 1 Rabiulawal 1448 H jatuh pada Jumat, 14 Agustus 2026 M.
Berikut naskah keputusan Dewan Syura Ahlulbait Indonesia:
Bismillahirrahmanirrahim
Allahumma shalli ala Muhammad wa ali Muhammad
Berdasarkan kriteria visibilitas hilal awal bulan Rabiul Awal 1448 H dari lembaga kredibel dalam dan luar negeri, termasuk Islam Al Ashiyl, serta informasi tim rukyah Falak ABI dalam pemantauan yang dilakukan pada hari Kamis, 29 Shafar 1448 H bertepatan dengan 13 Agustus 2026, maka kami informasikan bahwa berdasarkan Konsep Rukyah Muhaqqaqah Imam Ali Khamenei QS 1 Rabiul Awal 1448 H jatuh pada hari Jumat 14 Agustus 2026 M.
Semoga kita mendapatkan taufik untuk menghadiri majlis Maulid Nabi Muhammad SAW di bulan Rabiul awal ini serta menguatkan makrifah atas kehidupan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW beserta Ahlul Bait beliau sehingga menjadikan kita lebih kuat berpegang teguh dengan kebenaran dan memperjuangkan kaum tertindas serta melawan segala bentuk arogansi dan kedzaliman, amiyn.
Koordinator Dewan Itsbat Hilal Dewan Syura Ahlulbait Indonesia
Ustadz Abdullah Beik, MA
Mengetahui
Ketua Dewan Syura Ahlulbait Indonesia
Ustadz Husein Shahab, MA
Dengan penetapan tersebut, Jumat, 14 Agustus 2026, menjadi 1 Rabiulawal 1448 H bagi komunitas Ahlulbait Indonesia. Bulan ini sekaligus menjadi momentum untuk menghidupkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta memperkuat penghayatan terhadap kehidupan dan keteladanan Rasulullah SAW beserta Ahlul Bait beliau. []
Baca juga: DPP ABI Luncurkan Lembaga Inkubasi, Sekolah Bisnis Jadi Program Perdana







