Hikmah
Sosok Aktif dan Berpengaruh di Balik Bayangan

Ahlulbait Indonesia, 28 Juli 2026 –Tahun 2018 menjadi salah satu periode paling penuh gejolak bagi Iran. Negeri itu menghadapi rangkaian peristiwa besar, mulai dari aksi mogok sopir truk, serangan teroris di Ahvaz, gejolak nilai tukar rial terhadap dolar AS, hingga keputusan Presiden Donald Trump menarik Amerika Serikat dari JCPOA.
Di tengah situasi tersebut, Rahbar Syahid menginstruksikan lembaga peradilan untuk menangani tindak pidana korupsi ekonomi secara cepat, tegas, dan menyeluruh. Langkah itu berujung pada penjatuhan hukuman terhadap sejumlah pejabat dan pelaku korupsi besar, termasuk mantan Menteri Kesejahteraan. Beberapa kasus yang mendapat perhatian luas, seperti “Raja Koin Emas” dan “Raja Aspal”, bahkan berakhir dengan vonis hukuman mati.
Baca juga: Ayatullah Mojtaba Khamenei Ucapkan Terima Kasih kepada Rakyat Iran dan Irak
Pada periode yang sama, Rahbar Syahid juga menerbitkan pernyataan bersejarah Langkah Kedua Revolusi Islam (Gam-e Dovvom Enqelab), yang menegaskan pentingnya optimisme yang realistis terhadap masa depan serta peran sentral generasi muda dalam melanjutkan cita-cita Revolusi Islam.
Di tengah padatnya agenda nasional tersebut, Rahbar Syahid memberikan amanah khusus kepada Ayatullah Sayid Mojtaba Khamenei:
“Tahun ini jangan pergi ke Qom. Tolong atur dan kelola gerakan serta jaringan revolusi.”
Menurut buku Vize Name Rushdi Syenakhti-e Fikrat, Ayatullah Mojtaba kemudian menjalankan amanah itu dengan menggelar pertemuan-pertemuan rutin bersama sejumlah tokoh penting, antara lain Syahid Sayid Ibrahim Raisi, Dr. Gholam Ali Haddad Adel, Syahid Ali Larijani, Mohammad Reza Bahonar, dan sejumlah figur lainnya. Pertemuan-pertemuan tersebut disebut menjadi sarana koordinasi dan konsolidasi berbagai agenda strategis Revolusi Islam.
Baca juga: Hizbullah Sampaikan Surat Kesetiaan kepada Ayatullah Mojtaba Khamenei
Yang menarik, nama Ayatullah Mojtaba hampir tidak pernah muncul di ruang publik. Aktivitasnya berlangsung jauh dari sorotan media. Ia bekerja di balik layar, menjalankan amanah sang Wali dengan penuh tanggung jawab. Dalam berbagai pertemuan penting, namanya mungkin tidak disebut, tetapi para peserta memahami bahwa banyak keputusan strategis lahir dari arahan dan pengelolaannya.
Ia adalah sosok yang memilih pengaruh dibanding popularitas, aktif menggerakkan jaringan Revolusi Islam dari balik bayangan. [HZ]
Baca juga: Panggilan Telepon dan Potret Kesederhanaan di Lingkar Kekuasaan Ayatullah Mojtaba Khamenei
Sumber: Vize Name Rushdi Syenakhti-e Fikrat, Markaz Rushd-e Fikrat, Rahyafti nu dar Payesh va Tahlil Andishe-ye Keshvar, Esfand 1404 HS (2025).







