Khutbah
Pemimpin Revolusi: “Tanda Tangan Presiden Amerika Tidak Bernilai dan Tidak Dapat Dipercaya”

Ahlulbait Indonesia, 19 Juli 2026 – Pemimpin Revolusi Islam menegaskan bahwa pengingkaran berulang Amerika Serikat terhadap nota kesepahaman dengan Iran kembali membuktikan bahwa tanda tangan Presiden Amerika tidak bernilai dan tidak dapat dipercaya. Dalam pesannya, ia juga menyerukan persatuan nasional, mengingatkan agar bangsa Iran tidak memperlihatkan tanda-tanda kelemahan kepada musuh, serta menyampaikan penghargaan kepada rakyat yang menciptakan epik bersejarah dalam prosesi penghormatan kepada “Syahid Iran”.
Dalam pesan yang dirilis pada Jumat (17/7) dan dipublikasikan pada Sabtu malam (18/7), Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei menegaskan bahwa apabila Amerika terus memilih jalan konfrontasi dan menyulut peperangan, bangsa Iran dan Poros Perlawanan akan memberikan pelajaran yang tidak akan pernah dilupakan musuh. Beliau juga mengingatkan bahwa kritik terhadap para pejabat harus tetap menjaga keadilan dan tidak merusak persatuan maupun kohesi sosial, sehingga dapat menjadi pendorong kemajuan negara.
Baca juga: Ayatullah Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei: Kami Berikrar Menuntut Pembalasan terhadap Para Penjahat
Berikut teks lengkap pesannya:
بسم الله الرحمن الرحیم
Wahai bangsa Iran yang agung, pengukir berbagai keajaiban!
Salam, penghormatan, dan terima kasih saya sampaikan kepada kalian yang melalui epik bersejarah dan tiada banding dalam gelombang kebangkitan rakyat yang belum pernah terjadi sebelumnya pada prosesi penghormatan kepada Syahid Iran, telah mencatatkan sebuah tonggak baru dalam manifestasi semangat risalah Islam dan keteguhan identitas Islam-Iran, melalui penghargaan, kesetiaan, ketajaman pandangan, serta ungkapan kecintaan yang luar biasa kepada pemimpin umat Islam dan Pemimpin Revolusi yang syahid.
Kehangatan hati yang membara, mata yang dipenuhi air mata, serta tekad yang teguh dari lautan manusia yang mencapai puluhan juta orang dan membentang puluhan kilometer di Teheran, Qom, Mashhad, serta berbagai kota dan desa lainnya telah membangkitkan kekaguman sahabat-sahabat bangsa Iran dan masyarakat dunia yang mencintai kebebasan, sekaligus membuat musuh-musuh angkuh bangsa Iran diliputi keheranan, kebingungan, kemarahan, dan ketakutan.
Bersamaan dengan epik bersejarah ini, pengingkaran berulang kali yang dilakukan Setan Besar terhadap nota kesepahaman yang telah ditandatangani oleh Presiden Iran dan Presiden Amerika kembali membuktikan kepada dunia bahwa tanda tangan Presiden Amerika tidak bernilai dan tidak dapat dipercaya. Perilaku memaksakan kehendak, hegemonisme, dan kebiadaban merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari watak dan doktrin Amerika.
Hari ini, Setan Besar sekali lagi memperlihatkan wajah aslinya tanpa kedok. Pengalaman kelam berupa kejahatan dan pengingkaran janji ini menjadi bukti kuat yang kembali menegaskan kebohongan, ketidakrasionalan, ketidakdapatdipercayaan, dan kebejatan Amerika.
Kini, ketika pihak Amerika terus berupaya menyulut peperangan serta bersedia menanggung konsekuensi yang lebih besar dan kehinaan yang semakin dalam, hendaklah mereka mengetahui bahwa bangsa Iran dan Poros Perlawanan memiliki pelajaran-pelajaran yang tak akan pernah mereka lupakan. Keberanian para pejuang Islam dan semangat kehormatan masyarakat pemberani di kawasan selatan dalam beberapa hari terakhir telah memperlihatkan sebagian dari pelajaran itu.
Perlu saya sampaikan kepada rakyat Iran yang setia dan bermartabat bahwa salah satu hal yang paling mendasar pada masa yang krusial ini adalah berpegang teguh pada persatuan sikap dan persatuan yang suci di seluruh lapisan masyarakat dan di kalangan para pejabat, serta di semua bidang, demi mewujudkan cita-cita luhur Revolusi Islam dan menjaga martabat serta kemerdekaan Iran tercinta, khususnya dalam menghadapi musuh Amerika yang kriminal dan penuh tipu daya.
Baca juga: Ayatullah Mojtaba Khamenei: Ghadir Adalah Jalan Kepemimpinan dan Kebangkitan Umat
Sebagaimana telah berulang kali dan dengan tegas diingatkan sebelumnya, menjaga persatuan serta menghindari perpecahan, pertikaian, perselisihan politik, dan upaya mempertajam perbedaan-perbedaan sosial merupakan tanggung jawab seluruh pihak. Namun, peran para pejabat serta orang-orang yang tulus dan mengabdikan diri kepada Revolusi, Imam, dan Pemimpin Revolusi yang syahid jauh lebih penting dan lebih menentukan dalam menjaga kohesi serta persatuan bangsa.
Atas dasar itu, rakyat Iran tercinta, dengan terus menaruh kepercayaan kepada para pejabat yang tulus di ketiga cabang kekuasaan, yang ikhtiar mereka demi kesejahteraan dan kebahagiaan rakyat nyata adanya, akan tetap waspada dan aktif di medan demi menjamin terpeliharanya kepentingan Iran Islam.
Boleh jadi ada sebagian orang yang, dengan penuh keikhlasan dan didorong niat baik, menyampaikan kritik terhadap kinerja sebagian pejabat. Menurut saya, kepedulian dan perhatian mereka terhadap Republik Islam merupakan modal yang sangat berharga, sebagaimana pribadi-pribadi mereka sendiri, dan pada hakikatnya merupakan sesuatu yang patut diapresiasi. Namun, mereka, terlebih lagi sebagian di antaranya termasuk pelopor yang memiliki ketajaman pandangan (basirah), harus berhati-hati agar pendekatan tersebut, pertama, tidak menzalimi orang yang tidak bersalah, karena hal itu dapat menjadi sebab hilangnya berkah dan karunia Ilahi; dan kedua, tidak sampai merusak persatuan serta kohesi sosial. Dengan tetap menjaga kedua prinsip tersebut, kritik justru akan menjadi pendorong kemajuan dan perkembangan berbagai urusan.
Musuh tidak boleh melihat sedikit pun tanda kelemahan dari kita, termasuk kelemahan yang telah disebutkan sebelumnya. Sebab, apabila kita benar-benar menjaga seluruh prinsip dan kewaspadaan tersebut, mereka tidak akan memiliki pilihan selain mundur dalam kekalahan.
Sekali lagi, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang tulus kepada segenap rakyat Iran tercinta, yang juga sedang berduka atas kepergian Ayah Umat yang syahid. Meskipun menghadapi berbagai kesulitan, keterbatasan, dan tantangan, mereka tetap menghadiri peristiwa agung penghormatan dan pelepasan terakhir bagi Syahid Iran serta berhasil menorehkan sebuah epik bersejarah.
Saya juga menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada para Marja’ Taklid yang mulia, para ulama, cendekiawan, dan kalangan intelektual, para aktivis budaya, sosial, dan politik, atas berbagai langkah dan upaya yang dilakukan oleh lembaga-lembaga sipil dan militer negara, serta atas kehadiran para pejabat dan perwakilan Poros Perlawanan yang mulia beserta berbagai gerakan Islam yang membanggakan.
Semoga seluruh mereka yang, dengan cara apa pun, telah hadir, memberikan dukungan, dan menunjukkan solidaritas dalam epik bersejarah ini senantiasa memperoleh limpahan perhatian dan doa khusus dari junjungan kita, semoga Allah Ta’ala menyegerakan kemunculan beliau yang mulia (عجلالله تعالی فرجه الشریف).
Sayyid Mojtaba Hosseini Khamenei
26 Tir 1405 HS (17 Juli 2026)
Baca juga: Ustadz Zahir Yahya: Dari Ghadir ke Perlawanan dalam Menjaga Risalah Kepemimpinan Ilahi







