Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Hadapi Pertahanan Udara Yaman, Saudi Gunakan Rudal Balistik

Published

on

F-15 Arab Saudi yang disebut The War Zone kemungkinan jatuh di Provinsi Marib setelah menghadapi pertahanan udara Yaman.
F-15 Arab Saudi yang disebut The War Zone kemungkinan jatuh di Provinsi Marib setelah menghadapi pertahanan udara Yaman.

Media ABI, 17 September 2026 – Arab Saudi disebut beralih menggunakan rudal balistik untuk menyerang sasaran di Yaman karena menghadapi ancaman dari pertahanan udara Yaman. Penilaian tersebut disampaikan media militer Amerika Serikat The War Zone dalam laporan mengenai jatuhnya jet tempur F-15 Saudi di Provinsi Marib.

Baca juga: Yaman: Kebohongan Saudi Tak Lagi Bisa Menipu Rakyat Arab dan Muslim

Tasnim News pada Kamis (17/9/2026) melaporkan, The War Zone menyoroti kemampuan pertahanan udara Yaman yang dinilai masih mampu mengancam pesawat tempur canggih. Penilaian itu muncul setelah pasukan Yaman merilis gambar puing pesawat dan menyatakan telah menembak jatuh sebuah F-15 milik Angkatan Udara Arab Saudi di Marib.

Dari gambar yang beredar, The War Zone memperkirakan pesawat tersebut kemungkinan merupakan F-15 Saudi dengan nomor badan 5539.

Insiden itu kembali menyoroti jaringan pertahanan udara Yaman yang, meski tidak berbentuk sistem konvensional dan tersebar dalam berbagai unsur, disebut telah mampu mengancam pesawat berawak maupun tanpa awak dalam beberapa tahun terakhir.

Jaringan tersebut terdiri atas sistem pertahanan udara bergerak, rudal permukaan ke udara, rudal udara ke udara yang telah dimodifikasi serta sejumlah sistem dengan teknologi yang disebut berasal dari Iran. Salah satu unsur yang membuat jaringan ini sulit dihadapi adalah penggunaan sensor inframerah pasif untuk mendeteksi dan melacak sasaran.

Berbeda dari radar konvensional, sensor pasif tidak selalu memancarkan sinyal yang dapat memberikan peringatan elektronik kepada pesawat yang menjadi sasaran. Kondisi ini dapat menyulitkan upaya mendeteksi keberadaan sistem pertahanan sebelum serangan dilakukan.

Baca juga: Skenario Palsu Saudi Soal Serangan ke Mekkah, Gagal Provokasi Umat Islam

The War Zone menyebut jaringan pertahanan udara Yaman mencakup rudal udara ke udara R-73 dan R-27 yang telah dimodifikasi serta sistem yang disebut memiliki asal teknologi Iran, termasuk Saqr-358.

Ancaman pertahanan udara tersebut kemungkinan turut memengaruhi pilihan senjata Riyadh. The War Zone menilai risiko terhadap pesawat tempur menjadi salah satu faktor utama yang mendorong Arab Saudi menggunakan rudal balistik jarak pendek buatan China dalam konflik terakhir.

The War Zone sebelumnya juga melaporkan penemuan puing rudal balistik China jenis DF-15A di Provinsi Marib. Kemungkinan penggunaan rudal tersebut oleh Arab Saudi, menurut laporan itu, menunjukkan bahwa Riyadh memiliki pilihan untuk menyerang sasaran darat tanpa mempertaruhkan pesawat dan awak penerbang. []

Baca juga: Media Ibrani: Warga Israel di Italia Dicap “Pembunuh Anak-anak”