Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Rudal dan Drone Iran Tantang Sistem Pertahanan AS

Published

on

Pasukan militer Iran dalam sebuah latihan, di tengah pernyataan sejumlah pejabat Teheran mengenai kesiapan memperluas pilihan operasi dalam menghadapi Amerika Serikat dan sekutunya.
Penjabat Menteri Pertahanan Iran Ebn al-Reza mengatakan teknologi rudal dan drone Iran menantang sistem Patriot, THAAD, dan rudal Tomahawk AS.

Media ABI, 18 September 2026 – Penjabat Menteri Pertahanan Iran Brigadir Jenderal Ebn al-Reza mengatakan teknologi rudal dan pesawat nirawak Iran telah menantang sistem pertahanan Patriot dan THAAD serta rudal Tomahawk Amerika Serikat dalam perang terakhir. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan perempuan yang bekerja di industri pertahanan Iran, Kamis, 17 September 2026, seperti dilaporkan Tasnim News Agency.

Ebn al-Reza mengatakan pasukan militer Amerika sebelumnya merasa bangga dengan persenjataan dan kemampuan militernya. Namun, pengalaman perang terakhir, menurut dia, memperlihatkan kondisi berbeda di medan tempur.

Baca juga: Kehilangan Payung AS, Negara-Negara Teluk Cari Perlindungan Baru

“Pasukan militer Amerika yang agresor dan teroris hingga kemarin, berdasarkan klaim-klaim Trump yang tidak berdasar, merasa bangga dengan persenjataan dan kemampuan militernya. Namun, kenyataan di medan perang menunjukkan bahwa sistem Patriot, THAAD, dan rudal Tomahawk menghadapi tantangan ketika berhadapan dengan teknologi rudal dan pesawat nirawak Iran,” katanya.

Dia mengatakan kemampuan pertahanan Iran saat ini dibangun melalui kebijakan yang menekankan daya tangkal, kemandirian, inovasi, dan penguatan kemampuan pertahanan. Para ilmuwan, peneliti, insinyur, dan pekerja muda Kementerian Pertahanan disebut berperan dalam mengembangkan kemampuan tersebut.

“Setiap langkah yang kita ambil untuk memperkuat kemampuan pertahanan negara merupakan kelanjutan dari jalan para laki-laki dan perempuan yang menyerahkan hidup mereka demi kehormatan dan keamanan negeri Islam,” ujarnya.

Dalam pertemuan itu, Ebn al-Reza juga menyoroti kontribusi perempuan terhadap industri pertahanan Iran. Menurutnya, gambaran mengenai perkembangan industri tersebut tidak lengkap tanpa peran perempuan.

“Perempuan merupakan separuh dari populasi negara dan salah satu unsur penting serta berpengaruh dalam masyarakat. Peran mereka dalam berbagai perkembangan negara tidak dapat diabaikan,” katanya.

Ebn al-Reza mengaitkan perkembangan peran sosial perempuan Iran dengan Revolusi Islam. Dia mengatakan perempuan dapat menjalankan tanggung jawab dalam keluarga sekaligus berkontribusi di berbagai bidang sosial dengan kemampuan dan kapasitas mereka.

Baca juga: Warganet Hujat Trump: Dia Tak Tahu Isi Dompet Warga Amerika

Dia juga mengatakan sebagian perkembangan industri pertahanan Iran lahir dari kontribusi perempuan yang namanya belum banyak dikenal.

“Industri pertahanan Iran telah mencapai kemampuan dalam negeri di berbagai bidang. Sebagian dari perjalanan ini merupakan hasil kerja perempuan yang mungkin namanya tidak banyak terdengar, tetapi jejak usaha mereka tetap ada di berbagai bagian industri ini,” ujarnya.

Perempuan yang bekerja di industri pertahanan juga disebut memiliki pengalaman selama perang. Ebn al-Reza mengatakan semangat yang membuat mereka tetap berada di tengah industri pertahanan dalam situasi perang dapat menjadi landasan untuk memperluas peran perempuan di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan pengembangan pertahanan. []

Baca juga: AS Tempatkan Senjata di Orbit, Bersiap Hadapi Perang Dekat Bulan