Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Yaman Serang Fasilitas Aramco dan Pangkalan Udara di Arab Saudi

Published

on

Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree mengumumkan operasi rudal balistik dan drone terhadap sejumlah fasilitas strategis di wilayah Arab Saudi.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree mengumumkan operasi rudal balistik dan drone terhadap sejumlah fasilitas strategis di wilayah Arab Saudi.

Media ABI, 8 September 2026 – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan serangan besar ke sejumlah sasaran di Arab Saudi dengan puluhan rudal balistik dan drone. Fasilitas minyak Aramco di beberapa wilayah serta Pangkalan Udara Khamis Mushait disebut menjadi sasaran operasi tersebut.

Operasi itu diumumkan sebagai respons atas gelombang serangan udara koalisi Saudi terhadap sejumlah wilayah Yaman. Dalam pernyataan yang dilansir Fars News Agency pada Selasa (8/9/2026), Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigadir Jenderal Yahya Saree mengatakan serangan terbaru itu juga mencakup pemboman penjara pusat di Kota Al-Hazm, Provinsi Al-Jawf.

Baca juga: Pembersihan Puing Gaza Berpotensi Hilangkan Bukti Kejahatan Israel

Menurut Saree, selama tiga hari terakhir koalisi Saudi telah melancarkan 121 serangan udara terhadap Ma’rib, Al-Bayda, Al-Hudaydah, Taiz, dan Al-Jawf. Serangan tersebut disebut dilakukan dari Pangkalan Udara Raja Khalid di Khamis Mushait dan Pangkalan Udara Raja Fahd di Taif.

Pemboman penjara pusat Al-Hazm, menurut pernyataan militer Yaman, menewaskan sejumlah tahanan dan pengunjung, termasuk perempuan dan anak-anak.

Saree mengatakan rakyat Yaman telah menghadapi perang dan blokade selama 12 tahun. Menurutnya, serangan terbaru koalisi Saudi merupakan bagian dari eskalasi yang lebih luas dan upaya untuk melanjutkan tekanan militer terhadap Yaman.

Menanggapi serangan tersebut, Angkatan Bersenjata Yaman menerapkan strategi yang disebut “eskalasi dibalas dengan eskalasi”. Dalam operasi terbaru, puluhan rudal balistik dan drone diluncurkan ke sejumlah sasaran strategis di wilayah Arab Saudi.

Menurut Saree, sasaran operasi mencakup fasilitas Saudi Aramco di Abha dan Najran, kawasan ekonomi dan fasilitas Aramco di Provinsi Jizan, serta Pangkalan Udara Khamis Mushait.

Militer Yaman menyatakan serangan itu mengenai sasaran secara langsung dan menimbulkan kerusakan besar. Namun, pernyataan tersebut belum disertai verifikasi independen mengenai tingkat kerusakan atau kondisi fasilitas yang disebut menjadi target.

Baca juga: Tentara Al-Jolani, Seragam Boleh Sama tapi Otaknya Berbeda

Saree menegaskan Arab Saudi bertanggung jawab atas konsekuensi dari setiap serangan terhadap wilayah Yaman. Menurutnya, setiap serangan baru akan dibalas dengan tindakan yang lebih keras dan lebih luas.

Operasi di wilayah Arab Saudi, kata Saree, akan terus berlanjut dengan menyasar pusat konsentrasi pasukan koalisi dan sasaran strategis lainnya. Angkatan Bersenjata Yaman juga menyatakan akan mempertahankan prinsip “blokade dibalas dengan blokade” hingga serangan terhadap Yaman dihentikan dan blokade dicabut secara menyeluruh.

Pergerakan pasukan, pengerahan kekuatan, dan serangan udara koalisi Saudi, menurut Saree, tidak akan melemahkan sikap rakyat Yaman setelah lebih dari satu dekade menghadapi perang dan blokade. []

Baca juga: Trump Klaim 18 Juta Barel Melintas Hormuz, Pantauan Satelit Catat Nol Tanker