Ikuti Kami Di Medsos

Daerah

Peringatan Arbain Imam Husain di Samarinda Gaungkan Semangat Persatuan, Keadilan, dan Cinta Tanah Air

Published

on

SAMARINDA, 4 Agustus 2026 — Ratusan jamaah memadati Ballroom Tranz Mav Hotel Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa (4/8/2026), untuk mengikuti peringatan Arbain Imam Husain AS. Mengusung tema “Syiar 40 Hari Kesyahidan Imam Husain AS, Suara yang Tak Pernah Bungkam: Arbain dalam Jejak Zainab”, kegiatan tersebut menjadi momentum mengenang perjuangan cucu Nabi Muhammad SAW sekaligus memperkuat pesan persatuan, keadilan, dan kepedulian sosial.

Ketua Panitia, Ihsan Abid Abdullah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara, mulai dari donatur, relawan, organisasi, hingga panitia pelaksana. Menurut dia, kolaborasi berbagai elemen menjadi kunci suksesnya penyelenggaraan peringatan Arbain tahun ini.

Ketua Yayasan Al Munthazar Dua Belas, Mukti Ali, menilai semangat kebersamaan merupakan fondasi utama dalam menghadirkan syiar Ahlulbait di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga ukhuwah, mempererat silaturahmi, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis.

Senada dengan itu, Ketua Yayasan Al Qoim, Rudiansyah, mengatakan bahwa Arbain bukan sekadar mengenang peristiwa sejarah, tetapi juga menjadi wujud kecintaan kepada Imam Husain AS yang harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut dia, nilai-nilai perjuangan Imam Husain diwujudkan melalui akhlak yang baik, kepedulian terhadap sesama, serta komitmen menjaga persatuan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Suasana khidmat semakin terasa saat tim ma’tam membawakan lantunan ratapan yang mengenang tragedi Karbala. Lantunan tersebut mengajak para jamaah merenungkan pengorbanan Imam Husain AS dalam memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Pada sesi utama, tausiah disampaikan oleh Habib Ridho Al Habsy. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah memahami makna Karbala melalui empat pertanyaan mendasar.

Pertama, siapa Imam Husain AS sebagai teladan yang menjaga kemurnian ajaran Islam. Kedua, apa yang diperjuangkan Imam Husain, yakni menegakkan kebenaran dan keadilan meski harus mengorbankan jiwa serta keluarganya. Ketiga, siapa musuh Imam Husain, yaitu segala bentuk kezaliman, penindasan, dan kebatilan yang hadir di setiap zaman. Keempat, apa yang menjadi tanggung jawab para pecintanya pada masa kini, yakni berani membela kebenaran, menebarkan kasih sayang, menjaga persatuan, serta mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Puncak acara berlangsung saat pembacaan maqtal oleh Habib Ali Haidar Khairid. Dengan penuh penghayatan, ia mengisahkan perjalanan Sayyidah Zainab AS setelah tragedi Karbala, termasuk keteguhan beliau dalam menyampaikan pesan perjuangan Imam Husain kepada masyarakat.

Di akhir pembacaan, jamaah diajak memperbanyak doa serta memohon kepada Allah SWT agar dipercepat kemunculan Imam Al Mahdi AF sebagai harapan tegaknya keadilan di muka bumi.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan pembacaan Doa Ziarah Arbain yang dipimpin Ustaz Jausan Mahdi. Seluruh jamaah mengikuti doa tersebut dengan khusyuk sebagai bentuk ikatan spiritual kepada Imam Husain AS sekaligus peneguhan komitmen untuk terus menghidupkan nilai-nilai perjuangan, persatuan, dan pengabdian kepada agama, bangsa, serta kemanusiaan.

Peringatan Arbain di Samarinda tahun ini menjadi pengingat bahwa pesan perjuangan Imam Husain AS tidak berhenti pada peristiwa Karbala semata. Semangat membela kebenaran, menolak kezaliman, menjaga persatuan, dan menebarkan kasih sayang diyakini tetap relevan untuk dihidupkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa hingga kini. [Nugraha]

Continue Reading