Nasional
Aksi Solidaritas untuk Muqawamah di Bandung Kecam Agresi Israel di Lebanon, Pertanyakan Peran BOP

Bandung, 20 Juni 2026 — Ratusan aksi massa dari berbagai komunitas, organisasi kemasyarakatan, kalangan pemuda, mahasiswa, dan masyarakat umum mengikuti Aksi Damai dan Solidaritas untuk Muqawamah yang digelar di kawasan Gedung Merdeka, Kota Bandung, Sabtu (20/6). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–11.30 WIB tersebut diselenggarakan oleh Youth’s Empathy & Solidarity (YES Indonesia) dengan dukungan Aliansi Nasional Anti Zionis (ANAZ) dan DPW Ahlulbait Indonesia (ABI) Jawa Barat.
Mengusung tema “Menolak Diam dan Meneguhkan Kepedulian”, aksi ini menjadi wadah penyampaian solidaritas terhadap perjuangan rakyat Palestina, Lebanon, serta kelompok-kelompok Muqawamah yang dinilai terus menghadapi agresi dan tekanan di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: ABI Terima Kunjungan Delegasi Koalisi Global Pekerja untuk Palestina
Sejak pagi, massa aksi memadati lokasi kegiatan sambil membawa berbagai atribut dan poster yang berisi pesan dukungan terhadap Palestina dan Lebanon. Dalam orasi maupun pernyataan sikap yang disampaikan selama kegiatan berlangsung, mereka mengecam eskalasi serangan dan ekspansi militer Israel di wilayah Lebanon Selatan. Massa aksi menilai tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan negara, hukum humaniter internasional, serta berbagai ketentuan hukum internasional yang berlaku.
Koordinator Lapangan Aksi, Hilmi D. Haq, mengatakan massa aksi juga menyoroti dampak kemanusiaan yang ditimbulkan akibat konflik tersebut, termasuk pemindahan paksa warga sipil dan penghancuran infrastruktur di wilayah terdampak.
“Kami menolak segala bentuk pendudukan militer dan menyerukan penarikan pasukan Israel dari Lebanon Selatan guna mencegah bertambahnya korban jiwa serta menjaga stabilitas kawasan,” ujar Hilmi kepada Media ABI.
Selain menyampaikan solidaritas terhadap Palestina dan Lebanon, mereka yang hadir dalam aksi tersebut juga menyuarakan dukungan terhadap Muqawamah yang mereka pandang sebagai bagian dari upaya mempertahankan kedaulatan dan hak-hak bangsa yang berada di bawah tekanan pendudukan dan agresi.
Dalam sejumlah orasi, para orator turut menyoroti perkembangan geopolitik Timur Tengah yang terus mengalami perubahan. Mereka menilai keteguhan politik dan kemampuan strategis Iran menunjukkan bahwa tekanan, embargo, dan berbagai bentuk hegemoni eksternal tidak selalu mampu memaksakan kehendaknya terhadap bangsa-bangsa yang memilih mempertahankan kedaulatan nasionalnya. Pandangan tersebut disampaikan sebagai bentuk apresiasi terhadap kemampuan kawasan dalam membangun stabilitas secara mandiri tanpa ketergantungan pada intervensi maupun pangkalan militer asing.
Baca juga: ABI Soroti Keragaman Pengalaman Komunitas Minoritas dalam Diskusi Buku SETARA Institute
Aksi tersebut juga menjadi momentum penyampaian kritik terhadap Board of Peace (BOP). Massa aksi menilai lembaga tersebut gagal menjalankan fungsi dan mandatnya dalam mendorong perdamaian serta menghentikan berbagai tragedi kemanusiaan yang terjadi di Timur Tengah. Menurut mereka, selama berbagai konflik dan krisis kemanusiaan berlangsung, BOP tidak menunjukkan kontribusi nyata yang mampu menghentikan kekerasan maupun memberikan tekanan efektif terhadap pelanggaran hukum internasional.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan di hadapan para peserta solidaritas, perkembangan internal BOP juga menjadi sorotan. Massa aksi menilai masuknya Israel ke dalam badan tersebut menunjukkan adanya potensi pemanfaatan forum itu sebagai sarana legitimasi politik yang dapat mengaburkan fokus utama perjuangan kemerdekaan Palestina dan kedaulatan Lebanon.
Selain orasi, kegiatan diisi dengan short march, pembacaan puisi solidaritas, pembacaan pernyataan sikap, serta doa bersama untuk para korban konflik dan bagi terwujudnya perdamaian yang berkeadilan di kawasan Timur Tengah.
Melalui aksi tersebut, penyelenggara mengajak masyarakat Indonesia untuk terus menjaga kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan global serta tetap konsisten mendukung prinsip kemerdekaan, kedaulatan bangsa-bangsa, dan penolakan terhadap segala bentuk penjajahan sebagaimana diamanatkan dalam Konstitusi Republik Indonesia. []
Baca juga: Iran Terima Dana Aset Rp49 Triliun dari UEA, Tahap Awal Pelepasan Aset hingga US$20 Miliar


Massa aksi dari berbagai komunitas dan organisasi memadati kawasan Gedung Merdeka, Bandung, dalam Aksi Damai dan Solidaritas untuk Muqawamah, Sabtu (20/6). (Dok. ABI)









