Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

Aksi Kreatif Maula TV Disorot Media Iran, Mural Syahid Ayatullah Ali Khamenei Keliling Sejumlah Kota di Indonesia

Published

on

Mural bergambar Syahid Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, simbol persatuan Iran-Palestina, dan ilustrasi korban perang menghiasi bagian belakang kendaraan yang digunakan dalam aksi kreatif Maula TV di Indonesia.
Mural Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, simbol perlawanan Iran-Palestina, dan ilustrasi korban perang menghiasi kendaraan di sejumlah kota Indonesia dalam aksi kreatif Maula TV. (Dok. IRNA)

Jakarta, 10 Juni 2026 — Sebuah fenomena unik menarik perhatian publik Indonesia dan media Iran dalam sepekan terakhir. Sejumlah kendaraan yang dihias mural bergambar Ayatullah Sayyid Ali Khamenei serta simbol solidaritas terhadap Iran dan Palestina terlihat berkeliling di beberapa kota di Indonesia.

Aksi yang digagas oleh Maula TV ini tidak hanya menjadi pemandangan mencolok di ruang publik, tetapi juga mendapat perhatian luas di media sosial. Foto dan video kendaraan bermural bertema perlawanan, kemanusiaan, dan solidaritas internasional beredar di berbagai platform digital dan memicu beragam respons masyarakat.


Dok.ICRO

Baca juga: Juru Bicara Militer Yaman Umumkan Larangan Penuh Pelayaran Israel di Laut Merah

Salah satu mural yang paling menyita perhatian menampilkan potret Ayatullah Sayyid Ali Khamenei berdampingan dengan ilustrasi korban perang serta simbol persatuan Iran dan Palestina. Karya visual tersebut dilukis pada bagian belakang kendaraan angkut yang kemudian berkeliling di sejumlah titik keramaian.

Menurut para penggagasnya, kendaraan dipilih sebagai media bergerak agar pesan kemanusiaan dan solidaritas dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Kehadiran mural di ruang publik juga mendorong interaksi langsung dengan warga yang menyaksikannya, baik di jalan maupun melalui media sosial.

Fenomena itu kemudian mendapat sorotan dari sejumlah media Iran. Kantor Berita Republik Islam Iran (IRNA) dalam laporannya pada 10 Juni 2026 menampilkan aksi tersebut sebagai bentuk solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Iran. IRNA menilai aksi ini sebagai cerminan kedekatan emosional serta hubungan budaya yang berkembang di antara sebagian masyarakat kedua negara.

Perhatian serupa juga datang dari kalangan diplomasi budaya Iran. Organisasi Kebudayaan dan Komunikasi Islam Republik Islam Iran (ICRO) pada hari yang sama menilai kemunculan karya visual bertema Iran dan solidaritas terhadap front perlawanan di ruang publik Indonesia menunjukkan berkembangnya hubungan antarmasyarakat yang melampaui jalur diplomasi resmi antarnegara.

Pergerakan kendaraan-kendaraan tersebut tidak hanya menghadirkan simbol visual di jalanan. Di berbagai platform digital, kemunculannya juga memicu diskusi mengenai posisi Iran di dunia Islam, dinamika geopolitik Timur Tengah, serta makna solidaritas lintas negara di tengah perubahan lanskap politik global.

Baca juga: Rudal Yaman Susul Serangan Iran, Sirene Bahaya Berbunyi di Tel Aviv dan Yerusalem

Penasihat Kebudayaan Iran di Jakarta, Yahya Jahangiri, sebagaimana dikutip ICRO, menilai berbagai inisiatif yang lahir dari masyarakat memiliki nilai strategis dalam memperkuat hubungan antarbangsa. Menurutnya, interaksi budaya dan partisipasi publik dapat menjadi jembatan untuk memperdalam saling pengertian sekaligus memperluas ruang kerja sama antara masyarakat Indonesia dan Iran.

Di tengah dominasi komunikasi digital, mural bergerak yang melintasi jalanan Indonesia menunjukkan bahwa seni, simbol, dan ruang publik masih memiliki daya pengaruh kuat dalam membangun percakapan sosial. Dari jalanan kota hingga lini masa media sosial, nama Iran kembali bergema melalui cara yang tidak lazim: lahir dari kreativitas masyarakat dan menyebar melalui kekuatan visual yang mudah diterima publik.

Bagi sebagian pengamat, fenomena ini memperlihatkan bahwa hubungan Indonesia dan Iran tidak hanya bertumpu pada jalur diplomatik antarpemerintah, tetapi juga ditopang oleh interaksi budaya, pertukaran gagasan, dan inisiatif masyarakat yang terus berkembang di ruang publik. []

Baca juga: Kedubes Iran di Indonesia Tegaskan Serangan ke Wilayah Pendudukan sebagai Bentuk Pembelaan Diri