Ikuti Kami Di Medsos

Nasional

BMKG Pastikan Gempa Susulan M 5,6 di Kepulauan Sangihe Tidak Berpotensi Tsunami

Published

on

Data BMKG
Data BMKG. (Dok. ABI)

Jakarta, 8 Juni 2026 — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa bumi susulan bermagnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 12.11 WIB di wilayah barat laut Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Baca juga: Begini Kata Pakar Soal Gempa Megathrust

Berdasarkan data yang dirilis BMKG pada Senin pukul 12.14 WIB dan dipantau Media ABI melalui situs resmi BMKG, gempa tersebut berpusat di 5,52 Lintang Utara dan 125,29 Bujur Timur, sekitar 212 kilometer barat laut Kepulauan Sangihe dengan kedalaman 10 kilometer. BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan mewaspadai kemungkinan gempa susulan.

Sebelumnya, pada Senin pagi pukul 06.37 WIB, gempa kuat bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi di sekitar Kepulauan Sangihe. Gempa yang semula tercatat bermagnitudo 7,9 itu kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 7,7 dan sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia timur.

Wilayah yang sempat masuk dalam peringatan dini tsunami meliputi Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Peringatan tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya perubahan muka laut akibat aktivitas seismik berskala besar.

Baca juga: Rawan Bencana Alam, Pakar: Sistem Pendidikan Indonesia Harus Dirombak

Guncangan gempa utama dirasakan kuat di sejumlah daerah di Sulawesi Utara. Di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, warga sempat keluar dari rumah dan bangunan untuk mengantisipasi gempa susulan. Getaran juga dilaporkan terasa di Manado dan sejumlah wilayah sekitarnya sehingga memicu kepanikan warga.

Meski demikian, aktivitas masyarakat di Manado dilaporkan tetap berjalan normal. Arus lalu lintas, kegiatan perdagangan, dan aktivitas layanan publik tidak mengalami gangguan berarti.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat rangkaian gempa tersebut. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi dari BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sumbernya. []

Baca juga: Begini Kata Pakar Soal Gempa Cianjur