Nasional
Muslimah ABI Hadiri Pelantikan Raya Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Bangsri, Perkuat Silaturahmi Lintas Organisasi

Jepara, 6 Juli 2026 — Semangat “Akselerasi dan Transformasi Fatayat Menuju Organisasi Digdaya” mewarnai Pelantikan Raya Pimpinan Ranting Fatayat NU se-Kecamatan Bangsri Masa Khidmat 2026–2029 di Gedung Pertemuan Nahdlatul Ulama Bangsri, Kabupaten Jepara, Minggu (5/7). Selain menjadi momentum regenerasi kepemimpinan, kegiatan ini menegaskan komitmen membangun organisasi perempuan yang adaptif, tangguh, dan terbuka terhadap kolaborasi lintas organisasi.
Muslimah Ahlulbait Indonesia (Muslimah ABI) hadir melalui Ketua Pimpinan Wilayah Muslimah ABI Jawa Tengah, Khadijah Firdaus, dan Ketua Pimpinan Cabang Muslimah ABI Kabupaten Jepara, Novita Tri Andari. Turut hadir Anggota DPR RI sekaligus Sekretaris Rabithah Ma’ahid Islamiyah PBNU, Dr. Hj. Hindun Anisah, M.A., jajaran Fatayat NU Kabupaten Jepara, MWCNU Bangsri beserta badan otonom, Forkopimcam, perwakilan Aisyiyah Muhammadiyah, Nasyiatul Aisyiyah, organisasi perempuan, serta tokoh masyarakat.

Kehadiran Muslimah ABI dalam Pelantikan Raya Fatayat NU Bangsri menegaskan komitmen membangun ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan pelayanan kepada masyarakat. (Dok. ABI)
Baca juga: Pelantikan dan Rakercab Muslimah ABI Jepara: Khidmat Ikhlas dalam Langkah Mahdawi
Ketua PAC Fatayat NU Bangsri, Rini Masruroh, mengajak seluruh kader menjadi perempuan 3M, yakni mujaddidah (pembaru), mujahidah (pejuang), dan mujtahidah (pelopor).
“Sebagai mujaddidah kita harus mampu menghadirkan pembaruan. Sebagai mujahidah kita harus memiliki mental pejuang. Ketika langkah dilemahkan, kita berjuang dengan tangan. Ketika tangan dilemahkan, kita berjuang dengan pemikiran. Ketika pemikiran dipersempit, kita tetap berjuang dengan kelapangan hati. Mental pejuang tidak akan pernah pupus oleh serangan apa pun,” ujarnya.
Ia juga mengibaratkan para kader sebagai benih kepemimpinan yang kelak tumbuh menjadi pohon kokoh dan melahirkan generasi baru yang lebih kuat sebagai estafet perjuangan Fatayat.
Sementara itu, Ketua Tanfidziyah MWCNU Bangsri, KH. Muhammad Ihsan, S.Ag., menegaskan bahwa kekuatan Nahdlatul Ulama terletak pada kemampuannya merawat persaudaraan dan menghormati keberagaman.
“Sebagai warga Nahdlatul Ulama, kita juga harus menghormati organisasi-organisasi lain, baik Muslimah, Muhammadiyah, Ahlulbait Indonesia, Syiah, maupun organisasi lainnya. Mereka adalah mitra, bukan lawan.”
Menurutnya, sikap saling menghormati merupakan fondasi persatuan bangsa.
“Selama Nahdlatul Ulama tetap kuat dan berdiri tegak di bumi Nusantara, insyaallah negara kita akan tetap menjadi negara yang bermartabat.”
Ia menambahkan bahwa mitra perjuangan tidak terbatas pada sesama warga NU atau Muhammadiyah, tetapi seluruh elemen bangsa yang bersama-sama membangun Indonesia.
Baca juga: Muslimah ABI Jateng dan Jepara Kunjungi Panti Jompo: Menebar Kasih, Meneladani Keteguhan
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Hj. Hindun Anisah mengajak kader Fatayat mengambil peran lebih besar di berbagai sektor strategis, termasuk politik sebagai ruang lahirnya kebijakan publik.
“Seluruh kader Fatayat harus mampu dan berani berperan di segala sektor, termasuk politik, karena dari sektor inilah kebijakan-kebijakan besar di negeri ini diputuskan,” tegasnya.
Pelantikan Raya Fatayat NU Bangsri menegaskan bahwa transformasi organisasi berjalan seiring dengan penguatan kemitraan lintas organisasi. Kehadiran Muslimah ABI menjadi wujud komitmen bahwa kolaborasi merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, serta pelayanan kepada masyarakat tanpa menghilangkan identitas dan prinsip masing-masing organisasi. Melalui semangat saling menghormati, berdialog, dan bekerja sama, kemitraan tersebut diharapkan terus melahirkan kemaslahatan yang lebih luas bagi bangsa dan masyarakat. []
Baca juga: PTD ABI Jepara Diharapkan Melahirkan Kader Visioner, Kompeten, dan Berintegritas







