Internasional
Kepala Staf Gabungan AS Ingatkan Trump akan Bahaya Perang dengan Iran

Ahlulbait Indonesia, 26 Juli 2026 – Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance dan Ketua Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata AS, Jenderal Dan Caine, dilaporkan mengingatkan Presiden Donald Trump mengenai bahaya memperluas perang dengan Iran dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih pada Jumat (24/7).
Laporan CNN, yang mengutip seorang pejabat Amerika Serikat dan sejumlah sumber yang mengetahui jalannya pembahasan, menyebutkan bahwa peringatan itu disampaikan ketika Trump tengah mempertimbangkan berbagai opsi untuk meningkatkan eskalasi konflik.
Baca juga: IRGC Rilis Rincian Aset Udara Strategis AS yang Dihancurkan dalam Operasi Nasr 2
Dalam pertemuan tersebut, Caine menyoroti menipisnya persediaan persenjataan Amerika Serikat dan mengingatkan bahwa meskipun militer AS mampu menjalankan berbagai opsi yang tersedia, setiap langkah akan membawa konsekuensi strategis yang harus diperhitungkan. Menurut sumber CNN, kekhawatiran terhadap menyusutnya stok senjata menjadi salah satu isu utama yang dibahas.
Di tengah pembahasan tersebut, Amerika Serikat dilaporkan menghentikan sementara kampanye pemboman terhadap Iran setelah hampir dua pekan melancarkan serangan berturut-turut. Seorang sumber di Departemen Pertahanan AS mengatakan kepada CNN bahwa operasi militer saat ini berada dalam status “jeda” (pause).
Sementara itu, Direktur Komunikasi Gedung Putih, Steven Cheung, mengatakan Presiden Trump tetap mengutamakan penyelesaian melalui jalur diplomatik. Namun, ia menegaskan Washington akan mempertahankan seluruh opsi apabila Iran terus melakukan apa yang ia sebut sebagai “aktivitas teroris” di Selat Hormuz atau terhadap sekutu-sekutu Amerika Serikat.
Cheung menambahkan bahwa sanksi ekonomi serta operasi militer yang telah berlangsung selama 13 hari dimaksudkan untuk mendorong Teheran menerima penyelesaian melalui perundingan. Menurutnya, Iran mengetahui konsekuensi yang akan dihadapi apabila menolak jalur tersebut.
Baca juga: IRGC: Iran Hancurkan 11 Pesawat Militer AS di Pangkalan Regional
CNN menyebut telah menghubungi kantor Wakil Presiden J.D. Vance untuk meminta tanggapan, tetapi belum memperoleh komentar.
Laporan itu juga mengungkap bahwa hingga Jumat sore pemerintahan Trump masih mengevaluasi bentuk eskalasi yang mungkin ditempuh di tengah menipisnya persediaan sejumlah persenjataan utama AS. Pada saat yang sama, sejumlah negara Teluk dilaporkan mendesak Washington agar menahan diri.
Menurut beberapa sumber yang dikutip CNN, hanya sedikit tokoh di lingkaran dalam Trump maupun di Pentagon yang meyakini bahwa opsi eskalasi tersebut akan mampu mencapai tujuan yang diinginkan.
CNN juga melaporkan bahwa bahkan sebelum perang dimulai, Caine bersama para pemimpin militer lainnya telah mengingatkan Trump bahwa kampanye militer berkepanjangan terhadap Iran berpotensi menguras persediaan persenjataan Amerika Serikat. []
Baca juga: The Guardian: Rudal Iran Makin Mematikan, Pertahanan THAAD AS Jebol






