Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

WSJ: Iran Membatasi Kehadiran Militer AS di Teluk Persia

Published

on

Iran Ubah Aturan Main Selat Hormuz, Seluruh Kapal Akan Lewat Koridor Tengah
WSJ menyoroti peran IRGC dan kelompok garis keras Iran dalam dorongan untuk mengakhiri kehadiran militer AS di kawasan.

Ahlulbait Indonesia, 9 Agustus 2026 – The Wall Street Journal melaporkan bahwa Iran berupaya membatasi kehadiran militer Amerika Serikat di Teluk Persia melalui kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Mengutip laporan surat kabar Amerika tersebut, Kantor Berita Mehr pada Sabtu (8/8/2026) menyebut Iran telah berkomitmen dalam kerangka kesepakatan itu untuk mencegah kapal perang Angkatan Laut AS melintasi jalur strategis tersebut.

Baca juga: Tentara Iran: AS Harus Terima Tatanan Baru di Selat Hormuz

Menurut The Wall Street Journal, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya Iran membatasi kehadiran militer Amerika Serikat yang telah berlangsung selama beberapa dekade di kawasan Teluk Persia.

“Dalam kerangka kesepakatan untuk membuka kembali jalur perairan Hormuz, Iran berkomitmen mencegah kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat melintasi selat tersebut,” tulis surat kabar itu. WSJ menilai langkah tersebut sejalan dengan tujuan Iran untuk membatasi keberadaan militer AS di Teluk Persia.

WSJ Soroti Peran Kelompok Garis Keras Iran

The Wall Street Journal selanjutnya mengklaim bahwa langkah Tehran tersebut mencerminkan menguatnya kelompok garis keras dalam struktur kepemimpinan Iran, terutama di Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.

Baca juga: BBC Bongkar Batas Kekuatan Washington dalam Perang Iran

Menurut surat kabar tersebut, kelompok ini telah lama mendorong pengusiran pasukan Amerika Serikat dari kawasan.

WSJ juga menilai para pejabat Iran kini memiliki peluang untuk memanfaatkan perundingan yang berkaitan dengan upaya mengakhiri perang yang telah berlangsung selama enam bulan. Menurut laporan itu, momentum tersebut dapat digunakan Tehran untuk menggoyahkan posisi Washington di Teluk Persia.

Dengan demikian, laporan WSJ menempatkan persoalan Selat Hormuz dalam konteks yang lebih luas daripada pembukaan kembali jalur pelayaran. Bagi surat kabar tersebut, kesepakatan mengenai selat strategis itu juga berkaitan dengan persaingan atas keberadaan militer Amerika Serikat di Teluk Persia dan upaya Iran menekan posisi Washington di kawasan. []

Baca juga: Jenderal Tertinggi AS Peringatkan Trump Segera Akhiri Perang Iran