Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Yaman: Saudi Tak Lagi Bisa Menipu Rakyat Arab dan Muslim

Published

on

Mahdi al-Mashat menyatakan strategi "blokade dibalas dengan blokade" akan terus berlanjut hingga tujuan Yaman tercapai.
Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman Mahdi al-Mashat menanggapi klaim Saudi mengenai dugaan serangan Yaman terhadap Mekkah.

Media ABI, 17 September 2026 – Ketua Dewan Politik Tertinggi Yaman Mahdi al-Mashat menyebut klaim Saudi bahwa Yaman menargetkan Mekkah sebagai upaya putus asa untuk menggalang opini publik. Menurut al-Mashat, masyarakat Arab dan Muslim sudah semakin memahami hakikat pemerintah Saudi yang disebutnya telah menghamburkan kekayaan umat Islam dan tidak menghormati Ka’bah, Al-Qur’an serta dua tempat suci.

Baca juga: Skenario Palsu Saudi Manfaatkan Mekkah, Provokasi Umat Islam Gagal

“Orang yang menghadiahkan kain penutup Ka’bah kepada Epstein sang penjahat, kini menargetkan Mekkah. Kebohongan Saudi tidak lagi menipu rakyat Arab dan Muslim kita,” kata al-Mashat, seperti dilaporkan Mehr News pada Kamis (17/9/2026) dengan mengutip Al Masirah.

Al-Mashat mengatakan rakyat Yaman memiliki keimanan dan kecintaan yang kuat terhadap tempat-tempat suci Islam. Dia menyebut perjuangan rakyat Yaman dalam membela Masjid Al-Aqsa sebagai tempat suci ketiga dan mengatakan mereka juga siap mengorbankan nyawa untuk membela rumah suci Allah.

Menurutnya, sikap tersebut telah ditunjukkan rakyat Yaman setiap kali terjadi penghinaan terhadap kesucian Islam. Aksi massa digelar sebagai bentuk kemarahan ketika Al-Qur’an, Nabi Muhammad, Mekkah atau Masjid Al-Aqsa dihina.

Al-Mashat juga menyinggung Donald Trump. Dia mengatakan Saudi semestinya mengerahkan negara-negara Muslim ketika Trump disebut menghina Ka’bah dengan menampilkan gambar yang dinilai tidak sesuai dengan kesucian dan kedudukan tempat tersebut.

“Orang yang sama yang menghadiahkan kain penutup Ka’bah kepada Epstein sang penjahat kini menargetkan Mekkah dan tempat-tempat suci Islam,” ujarnya.

Al-Mashat menegaskan kembali bahwa kebohongan Saudi tidak lagi mampu menipu masyarakat Arab dan Muslim. Dia juga mengaitkannya dengan klaim sebelumnya mengenai ancaman terhadap pelayaran internasional yang disebutnya gagal memengaruhi masyarakat.

Baca juga: Ansarullah Peringatkan Arab Saudi Tak Gunakan Mekkah Sebagai Tameng

Sebelumnya, Biro Politik Ansarullah menyatakan pengulangan tuduhan Saudi menunjukkan ketidakmampuan pemerintah tersebut meyakinkan opini publik mengenai keberlanjutan agresi dan blokade terhadap Yaman.

Dalam pernyataan yang sama, Ansarullah menegaskan bahwa Mekkah dan tempat-tempat suci Islam memiliki kedudukan yang sangat tinggi bagi seluruh umat Muslim, terutama rakyat Yaman. Karena itu, Al Saud disebut tidak dapat mengklaim lebih peduli terhadap Mekkah dan kesucian Islam daripada rakyat Yaman.

Biro Politik Ansarullah juga menyatakan bahwa kesucian Mekkah justru dilanggar oleh pihak yang memanfaatkan kedudukan kota suci tersebut dalam perang agresinya. Pernyataan itu menuding Al Saud mencemarkan Mekkah dengan menyambut warga Yahudi Zionis serta menggelar pesta yang disebut sarat hiburan dan kemaksiatan. []

Baca juga: Media Ibrani: Warga Israel di Italia Dicap “Pembunuh Anak-anak”