Internasional
Ansarullah Peringatkan Arab Saudi Tak Gunakan Ka’bah Sebagai Tameng

Media ABI, 17 September 2026 – Ansarullah Yaman menegaskan operasi militernya terhadap Arab Saudi akan terus berlanjut. Penggunaan simbol-simbol Ka’bah pada sejumlah fasilitas Saudi, menurut kelompok tersebut, tidak akan mengubah sasaran serangan.
Anggota kantor politik Ansarullah, Hizam al-Asad, mengatakan angkatan bersenjata Yaman tetap menargetkan pangkalan militer, fasilitas minyak, dan sejumlah pusat vital di wilayah Arab Saudi. Pernyataan tersebut dikutip Tasnim News Agency pada Rabu, 16 September.
Baca juga: Empat Warga Israel Dinyatakan Bersalah terkait Kasus Operasi Intelijen Iran
Al-Asad membantah tuduhan bahwa pasukan Yaman menyerang tempat-tempat suci. Penggunaan simbol Ka’bah pada fasilitas Saudi, menurutnya, merupakan upaya memengaruhi opini publik dan tidak akan mencegah operasi militer Yaman.
“Penggunaan simbol-simbol Ka’bah pada fasilitas mereka tidak akan menjadi penghalang bagi operasi militer Yaman,” ujarnya.
Al-Asad mengatakan serangan Yaman bertujuan mengakhiri “agresi militer” dan mencabut “blokade menyeluruh” terhadap rakyat Yaman. Dia juga menyebut rakyat Yaman sebagai pembela tempat-tempat suci.
Pernyataan serupa disampaikan Mohammed al-Bukhaiti, anggota kantor politik Ansarullah. Menanggapi pemberitaan media yang berafiliasi dengan Riyadh, al-Bukhaiti menyebut tuduhan bahwa Yaman menyerang Makkah sebagai kebohongan yang menurutnya digunakan Arab Saudi untuk menutupi kegagalan militernya.
Baca juga: Saudi Gagal Total Ulangi Skenario Suriah di Yaman
Al-Bukhaiti juga menyinggung posisi Makkah, Madinah, dan Al-Quds dalam pandangan gerakan perlawanan. Dia mengatakan rakyat dan pemerintah Yaman memandang diri mereka berada di garis depan dalam membela tempat-tempat suci Islam.
“Tidak masuk akal jika pihak yang bertempur di medan perang untuk membebaskan kiblat pertama umat Islam dari pendudukan Zionis justru menyerang wilayah kiblat kedua,” kata al-Bukhaiti. []
Baca juga: China Bantah Beri Citra Satelit kepada Iran







