Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Ulama Yaman: Yang Membahayakan Makkah Pangkalan Militer AS, Bukan Yaman

Published

on

Ulama Yaman membantah tuduhan Saudi terkait Makkah dan menyoroti keberadaan pangkalan militer AS serta kehadiran Israel di wilayah Tanah Suci
Ulama Yaman membantah tuduhan Saudi terkait Makkah dan menyoroti keberadaan pangkalan militer AS serta kehadiran Israel di wilayah Tanah Suci

Media ABI, 17 September 2026 – Para ulama Yaman membantah tuduhan Arab Saudi bahwa angkatan bersenjata Yaman menargetkan Makkah. Dalam pernyataan yang dikutip televisi Al Masirah dan diberitakan Fars News Agency pada Kamis (17/9/2026), mereka justru menunjuk keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat dan negara-negara Barat serta kehadiran Israel di wilayah Tanah Suci sebagai ancaman terhadap tempat-tempat suci umat Islam.

“Pernyataan Arab Saudi mengenai penargetan Makkah adalah batal dan tidak berdasar,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

Menurut para ulama Yaman, tuduhan Riyadh merupakan upaya mencoreng perlawanan rakyat Yaman. Mereka juga memperingatkan kemungkinan adanya serangan terhadap Makkah atau tempat-tempat suci yang kemudian dituduhkan kepada Yaman.

Baca juga: Bertahun-tahun Digempur Koalisi Arab, Ansarullah Yaman Justru Semakin Kuat

Negara-negara lain diperingatkan agar tidak bergabung dalam agresi bersama Saudi. Menurut mereka, keterlibatan pihak lain justru dapat membuka peluang bagi Israel untuk menargetkan tempat-tempat suci dan memperdalam perpecahan di kalangan umat Islam.

Makkah dan Madinah, lanjut pernyataan itu, tidak boleh dijadikan alat untuk kepentingan yang mereka sebut sebagai agenda kolonial, termasuk memecah dunia Islam dan menguasai kekayaan umat Muslim.

Seruan dari Yaman

Para ulama Yaman juga menyerukan kepada ulama dan media di berbagai negara untuk berdiri bersama rakyat Yaman yang disebut tertindas, diserang, dan berada dalam blokade.

Sikap sejumlah negara, lembaga keilmuan, dan tokoh yang dinilai tergesa-gesa mengambil posisi turut disayangkan. Menurut mereka, keputusan tanpa pemeriksaan yang memadai berisiko membuat pihak-pihak tersebut ikut bertanggung jawab atas pertumpahan darah rakyat Yaman.

Seruan khusus ditujukan kepada Al-Azhar, Persatuan Ulama Muslim Sedunia, dan Organisasi Solidaritas Dunia Islam. Lembaga-lembaga tersebut diminta tidak terseret dalam seruan yang menurut para ulama Yaman bertujuan menghasut pembunuhan dan mencoreng nama rakyat Yaman.

Mereka juga meminta lembaga-lembaga Islam tersebut mendorong penghapusan blokade dan penghentian agresi Saudi terhadap Yaman sebagai bentuk kepedulian terhadap tempat-tempat suci umat Islam.

Para ulama Yaman menilai kampanye media yang mereka sebut sebagai buatan tidak akan menghapus catatan korban akibat perang dan apa yang mereka sebut sebagai genosida terhadap rakyat Yaman. Mereka menegaskan Yaman akan tetap berpegang pada prinsip “blokade dibalas blokade” dan “eskalasi dibalas eskalasi”.

Pangkalan AS menjadi sorotan

Dalam bagian lain, para ulama Yaman mengecam sejumlah kebijakan Saudi yang menurut mereka telah mencederai kesucian Ka’bah. Mereka juga mengkritik berbagai kegiatan di wilayah Tanah Suci yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Islam serta masuknya warga Yahudi ke kawasan tersebut.

Baca juga: Hadapi Pertahanan Udara Yaman, Saudi Gunakan Rudal Balistik

Sorotan kemudian diarahkan pada keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat dan negara-negara Barat di Tanah Suci dan Jazirah Arab. Menurut mereka, keberadaan pangkalan tersebut merupakan ancaman nyata bagi Makkah dan Ka’bah.

Mereka juga menyinggung pembukaan wilayah udara bagi penerbangan Israel serta keterlibatan perusahaan Israel dalam pengelolaan hotel jamaah haji dan umrah serta keamanan tempat-tempat suci.

Di bagian akhir, para ulama Yaman menyampaikan ucapan selamat atas apa yang mereka sebut sebagai kemenangan rakyat Yaman di pesisir barat dan wilayah lainnya. Mereka menyerukan penguatan front pertempuran dengan personel dan dukungan materi, peningkatan produksi perlengkapan perang, serta partisipasi dalam program mobilisasi umum dan pusat-pusat pelatihan.

Mereka juga memuji capaian pasukan rudal, unit drone, pertahanan udara, pasukan laut, dan berbagai formasi militer Yaman. Peran suku-suku Yaman dalam mempertahankan wilayah dan kehormatan turut mendapat apresiasi. []

Baca juga: Yaman: Saudi Tak Lagi Bisa Menipu Rakyat Arab dan Muslim