Internasional
Media Ibrani: Warga Israel di Italia Dicap “Pembunuh Anak-anak”

Media ABI, 17 September 2026 – Sejumlah warga Israel mengaku diusir dari sebuah restoran di Italia utara setelah pengelola mengetahui kewarganegaraan mereka. Seorang pelayan bahkan disebut menghina mereka dengan menyebut “hewan” dan “pembunuh anak-anak”.
Channel 12 Israel melaporkan, sebagaimana dikutip Tasnim News Agency pada Rabu, 16 September, insiden itu bermula ketika rombongan tersebut meminta kata sandi Wi-Fi. Identitas mereka kemudian diketahui oleh pekerja restoran.
Baca juga: Empat Warga Israel Dinyatakan Bersalah terkait Kasus Operasi Intelijen Iran
Menurut kesaksian salah seorang pelanggan, perkataan kasar mulai dilontarkan setelah mereka diketahui sebagai warga Israel. Pemilik restoran disebut tidak menghentikan perlakuan tersebut dan justru memanggil polisi untuk meminta rombongan meninggalkan tempat itu.

Restoran Jaky di Limone sul Garda, Italia, tempat sejumlah wisatawan Israel mengaku diusir setelah identitas mereka diketahui.. Sumber FB
“Kalian hewan, kalian pembunuh anak-anak,” kata pelayan tersebut, sebagaimana dikutip Channel 12.
Salah seorang pelanggan kemudian menceritakan kejadian itu dalam sebuah grup Facebook bagi wisatawan yang berkunjung ke Italia utara. Dalam unggahan pada Selasa, dia menyebut insiden tersebut sebagai serangan bermotif antisemitisme atau anti-Israel dan memperingatkan wisatawan lain agar tidak mengunjungi restoran Jaky di Limone sul Garda.
Baca juga: CENTCOM Gelar Pertemuan Rahasia Bersama Israel dan Negara Arab di Jerman
Menurut kesaksiannya, pertanyaan sederhana mengenai kata sandi Wi-Fi berujung pada penghinaan setelah identitas rombongan diketahui. Dia mengatakan pihak restoran tidak mengambil tindakan dan malah memanggil polisi untuk mengeluarkan mereka.
Pelanggan tersebut juga mengatakan telah mengajukan pengaduan terkait kejadian itu. Dia membagikan pengalamannya sebagai peringatan bagi wisatawan Israel yang hendak berkunjung ke kawasan Danau Garda.
Channel 12 memasukkan kejadian tersebut ke dalam rangkaian insiden yang disebutnya sebagai tindakan anti-Israel di Italia. Laporan itu juga menyebut adanya sebuah dokumen yang beredar di Italia pada Juli yang menyerukan kepada warga untuk melaporkan keberadaan “warga Israel dan Zionis”, baik dalam kegiatan wisata maupun aktivitas bisnis. []
Baca juga: Kerusakan Besar Melanda Pangkalan Militer AS Akibat Serangan Iran







