Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

The Atlantic: Trump Siapkan Hegseth sebagai Kambing Hitam

Published

on

Presiden AS Donald Trump dikabarkan mencari pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan konfrontasi militer dengan Iran, sementara Menteri Perang Pete Hegseth menghadapi tekanan di Gedung Putih.
Presiden AS Donald Trump dikabarkan mencari pihak yang bertanggung jawab atas kegagalan konfrontasi militer dengan Iran, sementara Menteri Perang Pete Hegseth menghadapi tekanan di Gedung Putih.

Media ABI, 2 November 2026 – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah mencari pihak yang dapat dipersalahkan atas kegagalan konfrontasi militer dengan Iran. Menteri Perang AS Pete Hegseth disebut berada di bawah tekanan berat, di tengah kandasnya janji perang singkat melawan Teheran dan memburuknya prospek politik Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu.

Baca juga: IRGC Akan Ungkap Kapasitas dan Target Baru jika Kembali Diserang

Majalah The Atlantic, sebagaimana diberitakan Kantor Berita Tasnim pada Senin (2/11/26), melaporkan bahwa Trump berupaya mencari pihak yang bersedia menanggung konsekuensi atas kegagalan dan dampak konfrontasi dengan Iran. Langkah tersebut disebut berlangsung di tengah kemarahan Trump terhadap hasil perang yang tidak sesuai dengan janji awal pemerintahannya.

Menurut laporan itu, Hegseth menjadi salah satu pejabat yang berada di bawah pengawasan dan tekanan serius. Menteri Perang AS tersebut dinilai telah menyajikan gambaran perang yang tidak mencerminkan kenyataan serta cenderung menyampaikan informasi yang ingin didengar Trump, alih-alih memberikan penilaian yang objektif.

Trump dilaporkan tengah berkonsultasi dengan para sekutunya untuk menentukan pihak yang harus bertanggung jawab atas kegagalan dan konsekuensi konflik militer tersebut.

Baca juga: Ayatullah Mojtaba Khamenei Peringatkan AS dan Israel

Selain Hegseth, Kepala Staf Gabungan Militer AS juga menjadi bagian dari evaluasi internal Gedung Putih terkait penanganan perang melawan Iran. Keduanya berada di tengah sorotan atas keputusan, penilaian, dan pelaksanaan kebijakan militer Washington.

Di tengah pencarian pihak yang dipersalahkan, pemerintahan Trump juga masih mempertimbangkan sejumlah opsi untuk kemungkinan melanjutkan serangan militer terhadap Republik Islam Iran.

Situasi ini menempatkan Gedung Putih di persimpangan yang sulit: menghadapi konsekuensi perang yang tak berjalan sesuai janji, merespons tekanan politik menjelang pemilu, sekaligus mempertimbangkan eskalasi militer baru. Jika laporan tersebut akurat, pencarian pihak yang disalahkan berpotensi menjadi bagian dari pertarungan internal pemerintahan Trump dalam menghadapi dampak konflik Iran. []

Baca juga: Araghchi: Iran Siap Hadapi Perang Baru

Continue Reading
Click to comment

Tinggalkan Balasan