Internasional
Buntu Hadapi Yaman, Saudi Minta Bantuan Israel

Media ABI, 14 September 2026 — Arab Saudi disebut meminta bantuan rezim Zionis untuk menghadapi Ansarullah setelah pasukan bersenjata Yaman mencatat sejumlah kemajuan di kawasan Laut Merah. Permintaan tersebut disampaikan melalui Amerika Serikat di tengah kekhawatiran Riyadh terhadap meningkatnya ketegangan di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
Baca juga: IRGC: Intelijen AS Gagal Membaca Realitas Medan
Surat kabar Israel Hayom melaporkan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengirim pesan kepada rezim Zionis melalui Washington. Laporan tersebut dikutip Kantor Berita Fars pada Minggu (13/9/2026).
Menurut Israel Hayom, pesan yang disampaikan secara tidak langsung itu berisi permintaan bantuan Saudi untuk menghadapi Ansarullah. “Bantu kami dalam perang melawan Houthi,” demikian isi pesan yang dikutip surat kabar tersebut.
Meski demikian, permintaan Saudi belum membuat rezim Zionis memutuskan untuk terlibat langsung dalam konflik Yaman. Israel Hayom melaporkan bahwa lembaga keamanan rezim tersebut tidak berniat turun tangan selama Israel tidak menjadi sasaran serangan.
Situasi di Laut Merah juga menjadi perhatian serius bagi Israel. Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa serangan Ansarullah membuat lembaga keamanan Israel berada dalam status siaga penuh dan terus memantau perkembangan kawasan dengan kekhawatiran tinggi.
Dalam beberapa hari terakhir, Ansarullah dilaporkan terus memperluas penguasaan terhadap sejumlah kota di sepanjang pesisir selatan Laut Merah. Laporan tersebut juga menyebut Bab al-Mandab telah berada di bawah kendali Ansarullah. Selat ini merupakan salah satu jalur pelayaran ekonomi terpenting di dunia.
Baca juga: Jangan Sampai Diplomasi Iran Jadi “Pas Gol” untuk Trump
Yedioth Ahronoth kemudian membandingkan Bab al-Mandab dengan Selat Hormuz. Surat kabar tersebut menyebut lebar Selat Hormuz sekitar 55 kilometer, sedangkan Bab al-Mandab disebut tiga kali lebih sempit. Berdasarkan perbandingan tersebut, media Israel itu menilai penutupan Bab al-Mandab dapat dilakukan lebih mudah apabila Iran mampu menutup Selat Hormuz.
Menurut laporan yang sama, blokade efektif dapat dilakukan dengan sarana tertentu tanpa membutuhkan radar maupun sumber daya yang kompleks.
Militer Israel menilai perkembangan di Laut Merah bukan perubahan sementara. Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa situasi tersebut menunjukkan perubahan mendalam dan luas yang dapat berlanjut hingga Laut Mediterania.
Surat kabar tersebut menggambarkan kawasan maritim sedang mengalami perubahan mendasar, mulai dari perkembangan terkait Selat Hormuz hingga situasi terbaru di Bab al-Mandab. []
Baca juga: CNN Bongkar Campur Tangan Pentagon terhadap Pilot F-15 yang Jatuh di Iran







