Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Pembersihan Puing Gaza Berpotensi Hilangkan Bukti Kejahatan Israel

Published

on

Bom Menggila di Gaza: 29 Warga Gugur, Anak-anak Jadi Korban Serangan Brutal Israel
Puing bangunan menumpuk di Jalur Gaza setelah perang Israel, sementara PBB memperingatkan pembersihan besar-besaran dapat menghilangkan bukti penting terkait kejahatan yang terjadi selama konflik.

Media ABI, 8 September 2026 – Di tengah rencana pembersihan puluhan juta ton puing yang menumpuk di Jalur Gaza, Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Francesca Albanese mengingatkan bahwa operasi tersebut tidak dapat dipandang semata sebagai pekerjaan rekonstruksi.

Puing-puing yang tersisa dari perang Israel di Gaza, menurut Albanese, juga dapat menyimpan bukti penting mengenai dugaan kejahatan berat yang terjadi selama serangan berlangsung. Karena itu, pembersihan dalam skala besar berisiko menghilangkan bukti sebelum proses pengumpulan dan penyelidikan dilakukan.

Baca juga: Iran Kecam Kanada, Sebut Terlibat Pelanggaran Hukum dan Pemutarbalikan Fakta

Dalam pernyataannya pada Senin (7/9), sebagaimana dilansir Fars News Agency, Albanese menegaskan bahwa pengumpulan bukti dan identifikasi jenazah harus didahulukan sebelum operasi pembersihan puing dilakukan secara besar-besaran.

“Puing-puing di Gaza bukan sekadar sisa bangunan yang hancur,” demikian penekanan Albanese. Menurutnya, kawasan yang tertimbun reruntuhan juga merupakan tempat kejadian perkara, lokasi kuburan, sekaligus bukti nyata dari apa yang terjadi selama perang Israel di Jalur Gaza.

Ia menekankan bahwa warga Palestina harus memegang peran utama dalam penyusunan dan pelaksanaan rencana pembersihan puing serta penanganan kerusakan di wilayah tersebut.

Peringatan itu muncul ketika PBB memperkirakan sekitar 61 juta ton puing dan limbah konstruksi kini menumpuk di Jalur Gaza akibat perang Israel yang menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut.

Albanese juga mengatakan telah menerima informasi dari sejumlah sumber mengenai keterlibatan perusahaan-perusahaan Israel dalam operasi pembersihan puing di Gaza. Namun, ia tidak mengungkap identitas sumber maupun perusahaan yang dimaksud.

Baca juga: Iran Membongkar Titik Lemah Militer Amerika

Selama beberapa tahun terakhir, Albanese kerap menjadi sasaran kritik dan serangan politik dari Israel, Amerika Serikat, serta sejumlah negara Eropa karena sikap dan pernyataannya mengenai perang di Gaza. Pada Februari lalu, Jerman, Prancis, dan Italia juga mengkritik sejumlah pernyataannya yang mereka nilai terlalu negatif terhadap Israel.

Albanese membantah kritik tersebut.

Peringatannya kali ini menempatkan persoalan puing Gaza dalam konteks yang jauh lebih besar daripada sekadar pembersihan dan rekonstruksi. Di antara reruntuhan bangunan yang hancur, masih terdapat jenazah yang harus diidentifikasi dan bukti yang berpotensi diperlukan untuk mengungkap apa yang terjadi selama perang. Jika puing-puing itu disingkirkan sebelum proses tersebut dilakukan, sebagian jejak yang tersisa bisa ikut hilang bersama operasi pembersihan. []

Baca juga: Menteri Energi AS Bantah Klaim Trump soal Selat Hormuz