Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Butuh Puluhan Tahun untuk Memulihkan Kerusakan Pangkalan AS

Published

on

Kerusakan pada fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah setelah serangan rudal dan pesawat nirawak Iran, sebagaimana ditampilkan dalam laporan ABC News.
Kerusakan pada fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah setelah serangan rudal dan pesawat nirawak Iran, sebagaimana ditampilkan dalam laporan ABC News.

Media ABI, 18 September 2026 – Kerusakan pada sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah akibat serangan Iran disebut jauh lebih besar daripada yang diketahui publik. ABC News dalam laporan Kamis, 17 September 2026, mengutip seorang personel senior militer AS yang memperkirakan pemulihan fasilitas tersebut dapat berlangsung selama puluhan tahun.

ABC News mempublikasikan sejumlah gambar yang memperlihatkan kerusakan pada bangunan dan peralatan militer AS di kawasan. Sebagian gambar sebelumnya telah ditayangkan CBS News. Kerusakan terlihat di sejumlah fasilitas, termasuk pangkalan di Kuwait dan Arab Saudi yang digunakan untuk menampung aset militer Amerika.

Baca juga: Kehilangan Payung AS, Negara-Negara Teluk Cari Perlindungan Baru

Pentagon belum mengumumkan secara terbuka besaran keseluruhan kerusakan akibat serangan Iran terhadap fasilitas AS di Kuwait, Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Irak, Oman, dan Yordania. Citra satelit yang diperoleh media, namun, telah merekam kerusakan di sejumlah lokasi tersebut.

Laporan inspektur jenderal Pentagon sebelumnya menyebut ratusan bangunan dan struktur di berbagai pangkalan Amerika di kawasan mengalami kerusakan.

Personel senior militer AS yang berbicara kepada ABC News dengan syarat anonim mengatakan masyarakat Amerika belum mengetahui sepenuhnya skala kerusakan yang dialami pangkalan-pangkalan tersebut akibat konflik dengan Iran.

“Saya yakin masyarakat Amerika tidak mengetahui sejauh mana kerusakan yang dialami pangkalan-pangkalan Amerika di Timur Tengah akibat konflik dengan Iran saat ini,” katanya.

Menurut sumber tersebut, sebagian kerusakan tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat. Jika fasilitas yang rusak dibangun kembali, prosesnya akan menjadi proyek yang berlangsung selama puluhan tahun.

“Pangkalan-pangkalan ini telah mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Jika kita memilih untuk membangunnya kembali, itu akan menjadi pekerjaan selama puluhan tahun,” ujarnya.

Baca juga: Warganet Hujat Trump: Dia Tak Tahu Isi Dompet Warga Amerika

“Ini bukan sesuatu yang dapat diperbaiki dalam enam bulan. Kita berbicara tentang pembangunan dan rekonstruksi selama bertahun-tahun untuk mendirikan kembali apa yang telah dihancurkan.”

Sumber yang sama juga mengatakan Pentagon belum membuka secara penuh kondisi pangkalan-pangkalan AS yang terdampak perang dengan Iran. Menurutnya, skala kerusakan tersebut tidak ditampilkan kepada publik sebagai persoalan besar.

“Hal ini disembunyikan dan kita bertindak seolah-olah masalahnya tidak penting. Namun, serangan pesawat nirawak dan serangan rudal balistik pada dasarnya menghantam pangkalan-pangkalan tersebut hampir setiap hari,” katanya.

Pentagon tidak memberikan tanggapan kepada ABC News mengenai pernyataan personel militer tersebut. []

Baca juga: Ulama Yaman: Yang Membahayakan Makkah Pangkalan Militer AS, Bukan Yaman