Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Menu Makanan USS Abraham Lincoln Disebut Terburuk oleh Pelaut

Published

on

Aaron Parnas mengatakan persoalan di USS Abraham Lincoln juga terjadi pada pasukan AS di berbagai wilayah Asia Barat.
Pelaut USS Abraham Lincoln mengeluhkan makanan yang disajikan di kapal perang Amerika Serikat.

Media ABI, 16 Agustus 2026 – Kondisi makanan dan kesejahteraan awak kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln menjadi sorotan di tengah penugasan panjang selama perang dengan Iran. Seorang pelaut bahkan menyebut makanan yang disajikan sebagai salah satu yang terburuk yang pernah dicicipinya.

Menurut laporan Fars News Agency pada Sabtu, 15 Agustus 2026, seorang pelaut USS Abraham Lincoln mengirimkan foto makanan yang disajikan di kapal kepada salah satu anggota keluarganya. Pelaut tersebut mengatakan menu yang diberikan hanya berupa “sedikit dari segala sesuatu” yang tersedia, bukan makanan yang dapat dipilih secara individual.

Baca juga: Laksamana Prancis: Trump Remehkan Harga Diri Iran dan Tumbang di Babak Pertama

Menurut sumber tersebut, awak kapal diberi tahu bahwa berbagai makanan “telah dicampur menjadi satu”. Kacang-kacangan yang disajikan juga disebut sebagai salah satu makanan terburuk yang pernah dicicipinya.

Kacang-kacangan yang disajikan di USS Abraham Lincoln disebut sebagai salah satu makanan terburuk yang pernah dicicipi.

Kacang-kacangan yang disajikan di USS Abraham Lincoln disebut sebagai salah satu makanan terburuk yang pernah dicicipi. (Foto: Farsnews)

Keluhan mengenai makanan tersebut muncul bersamaan dengan sorotan terhadap kondisi awak USS Abraham Lincoln selama penugasan. Fars News Agency melaporkan kapal tersebut menghadapi kekurangan makanan, persoalan kesehatan dan sistem perpipaan, gangguan layanan pos, serta minimnya kesempatan berlabuh di pelabuhan. Kondisi tersebut disebut turut memengaruhi semangat dan kesejahteraan personel.

Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat mulai mempertanyakan pengelolaan perang dengan Iran oleh pemerintahan Donald Trump dan Pentagon, terutama terkait panjangnya masa penugasan kapal perang serta kondisi awak selama berada di laut.

Keluarga sejumlah awak juga menyampaikan kekhawatiran mengenai kondisi psikologis para pelaut. Beberapa insiden serius dilaporkan terjadi selama penugasan dan menunjukkan tekanan besar yang dihadapi awak kapal.

Joe Courtney, anggota Partai Demokrat sekaligus anggota senior Komite Angkatan Bersenjata DPR AS, menilai penugasan panjang kapal perang Amerika Serikat telah menjadi pola yang mengkhawatirkan. Menurut Courtney, operasi berkepanjangan mempercepat keausan kapal sekaligus menguras kondisi fisik dan mental para pelaut.

Courtney meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap dampak perpanjangan masa operasi kapal perang di laut.

Baca juga: Keluarga Awak USS Abraham Lincoln Khawatir Tapi Trump Tak Peduli

Betty McCollum, anggota senior Komite Alokasi Pertahanan DPR AS, mengatakan telah meminta penjelasan Pentagon selama beberapa pekan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal induk lainnya.

McCollum menilai kekurangan makanan, buruknya kondisi sanitasi, serta terbatasnya waktu istirahat di pelabuhan turut berkontribusi terhadap penurunan semangat dan meningkatnya persoalan kesehatan mental sebagian personel.

Kritik McCollum juga diarahkan kepada Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth. Dia mempertanyakan kepemimpinan Hegseth di Departemen Pertahanan dan menilai kebijakan luar negeri pemerintahan Trump justru membuat Amerika Serikat mengalami kemunduran.

“Kondisi ini tidak dapat disebut sebagai sebuah keberhasilan, melainkan kegagalan kepemimpinan,” kata McCollum. []

Baca juga: Iran Peringatkan al-Jolani: Jangan Sentuh Hizbullah!