Internasional
Dua Awak USS Abraham Lincoln Berkelahi saat Kapal Bersandar di Pattaya

Media ABI, 6 September 2026 – Dua awak kapal induk USS Abraham Lincoln dilarang meninggalkan kapal hingga masa sandar di Thailand berakhir setelah terlibat perkelahian dalam keadaan mabuk di Pattaya.
Polisi Thailand mendatangi lokasi setelah menerima panggilan darurat dari seorang warga yang melihat dua personel militer Amerika berkelahi di depan sebuah bar. Menurut laporan Kantor Berita Fars pada Sabtu (5/9/26), keduanya terlibat perkelahian sekitar pukul 01.30 waktu setempat di dekat Walking Street, Pattaya.
Baca juga: Hegseth Ancam Hancurkan Tanker Iran
Kepala Kepolisian Pattaya Anke Sarathongyoo menyebut insiden tersebut sebagai kejadian kecil. Namun, kedua personel berada dalam keadaan mabuk dan warga yang menghubungi polisi khawatir perkelahian itu akan membesar apabila tidak segera dihentikan.
Setelah polisi dan tim penghubung pantai USS Abraham Lincoln tiba di lokasi, kedua personel dibawa ke pusat operasi bersama Angkatan Laut Amerika dan otoritas Thailand di Hard Rock Cafe Pattaya. Keduanya kemudian dikembalikan ke kapal induk.
Dalam pertemuan harian antara pejabat Angkatan Laut Amerika dan otoritas Thailand yang membahas keamanan, pihak Amerika menyampaikan bahwa kedua personel tersebut tidak akan diizinkan keluar dari kapal sampai USS Abraham Lincoln meninggalkan pelabuhan.
Pejabat Angkatan Laut Amerika di Washington, Jepang, dan Thailand belum memberikan komentar mengenai insiden tersebut.
Sarathongyoo mengatakan polisi Thailand dapat menahan personel militer Amerika apabila terjadi insiden yang melibatkan warga Thailand atau jika mereka melanggar hukum negara itu. Ketentuan tersebut telah disampaikan kepada pihak Angkatan Laut Amerika.
Baca juga: Terjepit di Hormuz, Amerika Serikat Korbankan Sekutunya di Pasifik
Insiden itu terjadi ketika sekitar 5.000 pelaut dan marinir USS Abraham Lincoln baru memperoleh kesempatan pertama untuk beristirahat dan mengunjungi pelabuhan setelah menjalani lebih dari sembilan bulan penugasan.
Sejak perang terhadap Iran dimulai pada Februari, awak kapal tersebut terlibat dalam operasi tempur intensif. Kondisi kehidupan di atas kapal juga menjadi perhatian setelah sejumlah anggota keluarga personel mengeluhkan kekurangan bahan makanan dan peralatan, menurunnya moral, serta kelelahan fisik yang dialami awak.
Kehadiran ribuan personel Amerika membuat kepolisian Thailand menambah patroli di enam titik strategis Pattaya untuk mengantisipasi kemungkinan insiden.
USS Abraham Lincoln dijadwalkan meninggalkan Thailand pada Minggu dan kembali ke pelabuhan pangkalannya di San Diego, Amerika Serikat. []
Baca juga: USS Abraham Lincoln Tiba di Thailand dengan Kondisi Mengenaskan






