Internasional
Baghaei: Iran Hanya Bidik Sasaran Militer, AS Serang Target Sipil

Media ABI, 4 September 2026 – Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan serangan defensif Iran selama perang secara eksklusif ditujukan terhadap target militer. Pernyataan itu disampaikan sambil membandingkan pola serangan Iran dengan tindakan Amerika Serikat yang, menurutnya, berulang kali menyerang sasaran sipil dan nonmiliter.
Dalam pernyataannya pada Kamis malam, 3 September, Baghaei menegaskan bahwa Iran tidak menjadikan target nonmiliter sebagai sasaran serangan.
Baca juga: Investigasi Reuters: Rudal Amerika Hantam Langsung Pesta Pernikahan di Iran
“Berbeda dengan Amerika Serikat, yang menjadikan serangan terhadap target nonmiliter sebagai pola tetap dalam perang ilegal mereka, serangan defensif Iran secara eksklusif menyasar target-target militer,” kata Baghaei.
Menurut Fars News Agency pada Jumat (4/9/2026), Baghaei merujuk pada dokumen yang didaftarkan Qatar di International Telecommunication Union atau ITU mengenai serangan Iran terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di wilayah Qatar.
Baghaei mengatakan dokumen resmi tersebut menegaskan bahwa serangan Iran hanya ditujukan terhadap fasilitas militer Amerika dan tidak menyasar kawasan nonmiliter.
“Dalam dokumen resmi yang diserahkan kepada International Telecommunication Union, Pemerintah Qatar telah mengonfirmasi bahwa serangan defensif Iran terhadap pasukan Amerika yang ditempatkan di wilayah Qatar secara eksklusif ditujukan pada fasilitas militer Amerika dan tidak ada kawasan nonmiliter yang menjadi sasaran,” tulisnya.
Menurut Baghaei, Qatar menyebut satu pengecualian berupa serangan terhadap fasilitas gas pada 18 Maret.
Namun, ia mengatakan fasilitas tersebut pada saat serangan digunakan untuk mendukung operasi agresif Amerika terhadap Iran.
Baca juga: Pengamat: Serangan AS dan Israel Justru Satukan Rakyat Iran
“Satu-satunya pengecualian yang diklaim oleh Qatar adalah serangan terhadap fasilitas gas pada tanggal 18 Maret. Namun, dalam kasus ini pun, kita harus mempertimbangkan bahwa fasilitas tersebut pada saat itu digunakan untuk mendukung operasi agresif Amerika terhadap Iran,” ujarnya.
Baghaei kemudian membandingkan ketelitian Iran dalam menentukan sasaran serangan dengan catatan operasi militer Amerika selama perang.
“Bandingkan kenyataan ini, yaitu ketelitian dan kehati-hatian Iran dalam menentukan target serangan, dengan kinerja Amerika dalam serangan berulang-ulangnya terhadap warga sipil dan target nonmiliter, seperti sekolah, rumah sakit, kawasan permukiman, pesta pernikahan, jembatan, dan lain-lain,” katanya.
Menurut Baghaei, terdapat perbedaan mendasar antara pendekatan Iran dan negara-negara yang, menurutnya, menggunakan kekuatan militer tanpa mematuhi hukum maupun prinsip moral dan kemanusiaan.
“Ada perbedaan besar antara bangsa beradab yang telah mempelajari pentingnya mematuhi prinsip-prinsip moral dan kemanusiaan, bahkan dalam kondisi tersulit sekalipun, dan para penguasa penghasut perang yang, dalam pamer kekuatan mereka, tidak mematuhi aturan hukum atau kaidah moral apa pun,” tandas Baghaei. []
Baca juga: Citra Satelit Rekam Jejak Hantaman Rudal Iran di Pangkalan AS di Yordania







