Opini
Investigasi Reuters: Rudal Amerika Hantam Langsung Pesta Pernikahan di Iran

Media ABI, 4 September 2026 – Penyelidikan Reuters terhadap serangan mematikan di sebuah pesta pernikahan di Kuhestak, Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan, Iran, menguatkan dugaan bahwa bangunan tersebut dihantam langsung oleh amunisi Amerika Serikat.
Empat pakar persenjataan yang dimintai Reuters untuk menelaah foto dan video terverifikasi dari lokasi serangan menilai bukti yang ada lebih mengarah pada amunisi AS daripada kemungkinan rudal pertahanan udara Iran yang menyimpang dari sasaran.
Tiga di antara mereka menyatakan bentuk lubang pada atap, pola ledakan, dan kerusakan bangunan lebih sesuai dengan dampak amunisi yang menghantam lokasi secara langsung.
Temuan Reuters itu memperkuat laporan The New York Times yang sebelumnya menyimpulkan bahwa serangan Amerika menghantam sebuah bangunan di kawasan permukiman ketika pesta pernikahan sedang berlangsung di dalamnya.
Menurut laporan kantor berita Mehr pada Jumat (4/9/2026), penyelidikan tersebut dilakukan setelah Wakil Presiden Amerika Serikat membantah bahwa militer AS menyerang pesta pernikahan di Sirik.
Serangan terjadi pada malam 1 September, ketika puluhan orang berkumpul di sebuah rumah di Kuhestak untuk menghadiri pesta pernikahan.
Foto yang diambil setelah serangan memperlihatkan lubang besar di bagian atap, halaman yang mengalami kerusakan luas, dan bagian dalam rumah yang tertimbun reruntuhan. Sepatu pesta dan hiasan pernikahan berwarna-warni masih terlihat di antara puing-puing.
Empat orang dilaporkan meninggal dunia dan sedikitnya 68 lainnya terluka. Jumlah korban tewas kemudian meningkat menjadi lima orang setelah seorang perempuan berusia 22 tahun meninggal akibat luka yang dideritanya.
Bukti Visual Mengarah pada Amunisi Amerika
Untuk menelusuri asal amunisi yang menghantam rumah tersebut, Reuters menyerahkan foto dan video kejadian kepada empat pakar persenjataan militer.
Tiga pakar menilai amunisi yang digunakan kemungkinan berasal dari Amerika Serikat, bukan rudal pertahanan udara Iran yang tersesat.
Trevor Ball, pakar teknis persenjataan di Armament Research Services dan mantan teknisi penjinak bahan peledak Angkatan Darat AS, menilai kerusakan pada bangunan menunjukkan adanya amunisi yang meledak ketika menghantam atap atau tepat di atasnya.
Menurut Ball, pola kerusakan tersebut lebih sesuai dengan dugaan serangan langsung. Kerusakan pada rumah juga tidak dapat dijelaskan sebagai akibat serpihan dari serangan terhadap menara telekomunikasi yang berada di dekat lokasi.
Ball menambahkan bahwa amunisi tersebut kemungkinan merupakan senjata Amerika. Sejumlah serpihan yang sebelumnya dipublikasikan media Iran, menurutnya, memiliki kemiripan dengan Joint Standoff Weapon atau JSOW, bom luncur berpemandu yang digunakan militer Amerika Serikat.
Reuters menegaskan belum dapat memastikan apakah serpihan tersebut benar-benar berasal dari serangan terhadap rumah tempat pesta pernikahan berlangsung.
Penilaian Ball sejalan dengan analisis Gareth Collett, brigadir jenderal purnawirawan Angkatan Darat Inggris dan mantan spesialis penjinak bom.
Menurut Collett, keseluruhan bukti lebih mengarah pada penggunaan amunisi udara Amerika berbobot sekitar 500 pon daripada rudal pertahanan udara Iran.
Collett tidak menutup kemungkinan senjata tersebut meleset dari sasaran yang dituju. Kesalahan semacam itu, menurutnya, tetap mungkin terjadi meskipun sebuah senjata menggunakan sistem pemandu canggih.
Sebastian Schutte, profesor peneliti di Peace Research Institute Oslo, juga sampai pada kesimpulan serupa setelah menelaah materi visual dari lokasi.
Menurut Schutte, lubang di atap rumah tidak mendukung dugaan bahwa amunisi memantul dari menara telekomunikasi sebelum menghantam bangunan. Sudut benturan yang terlihat juga tidak sesuai dengan karakteristik rudal pertahanan udara.
Collett menambahkan bahwa di lokasi kejadian tidak ditemukan bukti serpihan yang biasanya muncul setelah hulu ledak rudal pertahanan udara meledak.
Atas dasar itu, ketiga pakar tersebut menilai kemungkinan rumah pesta dihancurkan oleh rudal Iran yang mengalami kegagalan sebagai kemungkinan yang rendah.
Sasaran Militer Berjarak 135 Meter dari Lokasi Pesta
Dua pejabat Amerika Serikat yang berbicara kepada Reuters dengan syarat identitasnya dirahasiakan mengonfirmasi bahwa militer AS melakukan serangan di kawasan Kuhestak pada 1 September.
Menurut kedua pejabat itu, sasaran serangan adalah sebuah menara telekomunikasi. Citra satelit menunjukkan menara tersebut berada sekitar 135 meter dari rumah tempat pesta pernikahan berlangsung.
Media Iran melaporkan serangan terhadap menara terjadi sekitar pukul 21.30 waktu setempat.
Salah satu pejabat Amerika mengatakan Washington masih meneliti beberapa kemungkinan mengenai penyebab jatuhnya korban dalam pesta tersebut. Kemungkinan yang sedang diperiksa mencakup dampak langsung serangan Amerika, rudal pertahanan udara Iran yang memantul setelah mengenai sasaran lain, atau rudal pencegat yang menyimpang dan kemudian menghantam rumah.
Militer AS sebelumnya menyatakan mengetahui laporan mengenai korban sipil dan sedang menyelidiki peristiwa itu.
Komando Pusat Amerika Serikat juga telah menyatakan bahwa serangan pada 1 September ditujukan terhadap sejumlah sasaran militer Iran, termasuk sistem pertahanan udara, radar, fasilitas komunikasi, dan peralatan maritim.
Foto yang diperoleh Reuters juga memperlihatkan menara telekomunikasi yang menjadi sasaran serangan roboh sepenuhnya. Bagian-bagian logamnya tampak berserakan di tanah.
Media pemerintah Iran, mengutip pejabat telekomunikasi Hormozgan, menyatakan menara itu merupakan fasilitas sipil yang menyediakan layanan telepon seluler, telepon, dan internet bagi penduduk Kabupaten Sirik serta wilayah di sekitarnya.
Kesaksian Warga dan Bertambahnya Korban Sipil
Kesaksian warga Kuhestak menggambarkan dampak serangan terhadap kawasan permukiman di sekitar lokasi.
Seorang warga yang mengirim pesan suara kepada Reuters beberapa saat setelah ledakan mengatakan, “Kuhestak hancur. Empat, lima, sepuluh rumah telah rusak. Banyak orang berada di bawah reruntuhan. Semoga Tuhan menolong kami.”
Warga lain mengatakan banyak orang berada di lokasi ketika serangan terjadi. Sejumlah besar korban luka telah dikeluarkan dari rumah dan proses pemindahan korban masih berlangsung saat itu.
Reuters melaporkan sejumlah warga berbicara melalui perantara karena adanya tekanan dari pejabat regional agar mereka tidak berkomunikasi dengan media asing.
Para saksi mengatakan perempuan dan anak-anak turut berada dalam pesta pernikahan. Foto-foto setelah ledakan memperlihatkan barang-barang pribadi dan sepatu perempuan serta anak-anak di antara reruntuhan.
Ayah mempelai perempuan, yang juga pemilik rumah tersebut, mengatakan kepada televisi pemerintah Iran bahwa seluruh orang yang berada di dalam bangunan adalah warga sipil.
Pemerintah Iran pada awalnya mengumumkan empat orang meninggal dunia.
Berdasarkan data kelompok hak asasi manusia yang dirujuk Reuters, tiga di antaranya merupakan tamu pesta, yakni Kolthoum Mallahi Nezhendani, 43 tahun, Zar Khatoun Taheri, 50 tahun, dan Amir Mohammad Karimi, anak berusia empat tahun.
Korban keempat adalah Mohammad Mallahi, 16 tahun, yang meninggal ketika melintas dengan sepeda motor di dekat menara telekomunikasi.
Jumlah korban tewas kemudian bertambah setelah seorang perempuan berusia 22 tahun meninggal dunia akibat luka yang dideritanya di rumah sakit.
Pada 3 September, jenazah Amir Mohammad Karimi dimakamkan di Kota Sirik. Foto-foto dari prosesi tersebut memperlihatkan perempuan dengan pakaian tradisional khas kawasan pesisir Iran selatan menghadiri pemakaman dan menaburkan bunga ketika peti kecil anak itu dibawa melintas.
Seorang saksi mata menggambarkan keadaan di kawasan tersebut sebagai “menyedihkan dan penuh duka”. Menurutnya, masyarakat masih berada dalam keadaan terkejut.
Peristiwa di Kuhestak bukan pertama kalinya militer Amerika menjadi sorotan terkait korban sipil selama perang Iran.
Pada 28 Februari, sebuah serangan terhadap sekolah di Minab juga memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan tanggung jawab Amerika Serikat. Pentagon hingga kini belum mempublikasikan hasil penyelidikan resmi atas peristiwa tersebut.
Reuters pada Maret lalu melaporkan bahwa penyelidikan internal awal militer Amerika mempertimbangkan kemungkinan keterlibatan pasukan AS dalam serangan terhadap sekolah itu.
Beberapa jam sebelum laporan investigasi Reuters diterbitkan, The New York Times juga memuat laporan terperinci mengenai serangan di Sirik.
Berdasarkan analisis terhadap foto dan video dari lokasi serta keterangan warga dan pejabat setempat, surat kabar Amerika itu menyimpulkan bahwa serangan yang dilakukan Amerika Serikat menghantam sebuah bangunan di kawasan permukiman ketika pesta pernikahan sedang berlangsung. []







