Internasional
Media Barat Akui Kendaraan Nirawak AS Ditangkap Iran

Media ABI, 10 September 2026 – Penangkapan kendaraan bawah laut nirawak milik militer Amerika Serikat di pintu masuk Selat Hormuz mendapat perhatian dari sejumlah media Barat. Beberapa media AS mengonfirmasi kendaraan tersebut hilang, sementara pihak Amerika menyebut perangkat itu sudah mengalami kerusakan sebelum dinyatakan hilang.
Baca juga: Mengapa Washington Mengecilkan Arti Penting Kendaraan Nirawak yang Disita Iran
Menurut laporan IRNA pada Rabu, 9 September 2026, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC mengumumkan telah menangkap kendaraan bawah laut nirawak Amerika dalam sebuah operasi di pintu masuk Selat Hormuz.
Dalam pernyataan nomor 12, IRGC menyebut kendaraan tersebut sebagai salah satu sistem bawah laut cerdas dan nirawak paling modern milik militer AS. Menurut IRGC, sistem tersebut baru diserahkan kepada armada Amerika pada 2025 dan berhasil ditangkap melalui operasi yang melibatkan pengamatan intelijen dan tindakan operasional.
IRGC juga menyatakan kendaraan tersebut telah menjadi bagian dari perolehan Iran dan gambar-gambarnya akan dipublikasikan.

Baca juga: Iran Sulap Perang AS-Israel Jadi Laboratorium Teknologi Militer
Mengenal Dive-LD
IRGC mengidentifikasi kendaraan yang ditangkap sebagai Dive-LD buatan perusahaan Amerika, Anduril Industries.
Menurut keterangan yang dikutip IRNA, Dive-LD pertama kali diserahkan kepada unit sistem bawah laut nirawak Angkatan Laut AS pada 2025. Kendaraan tersebut memiliki panjang sekitar 5,8 meter dan bobot hampir tiga ton. Sistem ini dirancang untuk menjalankan misi secara mandiri dalam waktu lama di perairan dalam.
Dive-LD disebut mampu berada di bawah air hingga 10 hari. Berdasarkan spesifikasi yang diumumkan produsennya, kendaraan tersebut dapat mencapai kedalaman hingga 6.000 meter.
Desainnya bersifat modular sehingga berbagai sensor dan muatan misi dapat dipasang sesuai kebutuhan. Sejumlah komponennya juga dibuat menggunakan teknologi pencetakan tiga dimensi.
Menurut keterangan IRGC, kendaraan ini dapat digunakan untuk pengawasan bawah laut, pemetaan dasar laut, pencarian ranjau, pemeriksaan kabel dan pipa bawah laut, dukungan operasi antikapal selam, serta pengiriman informasi.

Washington menyebut kendaraan tersebut mengalami kerusakan, sementara nilai teknologi Dive-LD tetap menjadi perhatian.
Kehilangannya diakui, penyebabnya dipersoalkan
Pernyataan IRGC kemudian mendapat perhatian dari sejumlah media Barat. Bloomberg memberitakan bahwa Iran telah menangkap sebuah sistem bawah laut Amerika. Dalam laporan yang sama, pihak Washington menyebut kendaraan tersebut mengalami kerusakan dan tidak membawa peralatan yang tergolong rahasia.
Baca juga: IRGC Tetapkan Syarat Buka Kembali Selat Hormuz
The Washington Post juga melaporkan bahwa pejabat militer AS mengonfirmasi insiden tersebut. Surat kabar itu mencatat bahwa pengungkapan kehilangan sistem semacam ini tampaknya menjadi yang pertama dilakukan Departemen Perang AS sejak konflik dengan Iran dimulai pada Februari 2026.
Menurut Washington Post, sistem nirawak maritim dapat digunakan untuk mendeteksi ranjau laut serta memantau kapal dan aktivitas militer.
Reuters juga mengidentifikasi kendaraan yang hilang sebagai Dive-LD buatan Anduril. Juru bicara perusahaan tersebut mengonfirmasi kehilangan kendaraan itu dan menjelaskan bahwa Dive-LD merupakan sistem otonom yang sejak awal dirancang untuk beroperasi di lingkungan berisiko.
Konfirmasi dari pihak perusahaan membuat keberadaan kendaraan yang hilang tersebut tidak lagi hanya bersumber dari pengumuman Iran. Anduril sendiri mengakui satu unit Dive-LD telah hilang.

Bloomberg, Washington Post, dan Reuters mengonfirmasi kehilangan sistem bawah laut AS di sekitar Hormuz.
Kerusakan dan nilai kendaraan yang hilang
Business Insider, dengan mengutip juru bicara CENTCOM, melaporkan bahwa kendaraan tersebut sudah tidak berfungsi di dalam air sehari sebelum Iran mengumumkan penangkapannya.
Baca juga: Pentagon Kembali Perbarui Data Korban Perang Iran, 820 Tentara Terluka dan 18 Tewas
New York Post juga memberitakan kehilangan kendaraan tersebut dan mengutip pernyataan Anduril. Surat kabar itu merujuk DefenseScoop untuk menyebut nilai satu unit sistem tersebut pada 2024 diperkirakan sekitar 2,5 juta dolar AS.
Naval News, media yang berfokus pada sektor pertahanan dan maritim, menyebut kendaraan tersebut digunakan untuk mendeteksi dan menghadapi ranjau bawah laut. Media itu juga melaporkan kemungkinan kendaraan tersebut membawa persenjataan, meski tidak ada keterangan yang memastikan konfigurasi unit yang ditangkap Iran.
Washington dan pihak perusahaan menekankan bahwa kendaraan yang hilang mengalami kerusakan dan tidak membawa peralatan rahasia. Namun, penangkapan sebuah kendaraan bawah laut otonom di kawasan strategis seperti Selat Hormuz tetap menjadi perhatian karena sistem tersebut membawa kemampuan operasi bawah laut dalam dan dapat menjalankan misi secara mandiri.
Bagi Iran, kendaraan itu kini berada dalam penguasaan mereka. Seberapa jauh nilai teknologinya dapat diketahui baru akan terlihat dari hasil pemeriksaan terhadap sistem yang ada di dalamnya. []
Baca juga: Pentagon Tolak Bayar Tunjangan Keluarga Tentara AS yang Tewas dalam Perang Iran







