Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Media Ibrani: Negara-Negara Arab Mulai Mencari Aliansi dengan Iran

Published

on

Media Israel melaporkan negara-negara Arab Teluk mulai mempertimbangkan aliansi pertahanan baru dengan Iran.
Media-media Israel melaporkan munculnya dorongan negara-negara Arab Teluk untuk mencari format aliansi keamanan baru, termasuk membuka peluang kerja sama dengan Iran. (Ilustrasi: Farsnews Agency)

Ahlulbait Indonesia | 26 Mei 2026 — Media Israel melaporkan negara-negara Arab di kawasan Teluk mulai mencari format aliansi pertahanan baru, termasuk dengan Iran, setelah menurunnya kepercayaan terhadap Amerika Serikat pascaperang kawasan terbaru.

Baca juga: Perang Tak Jadi Pelajaran, Negara Arab Teluk Kembali “Impor Keamanan” dari Amerika Serikat

Menurut laporan Haaretz yang dikutip Fars News Agency pada Selasa, 26 Mei 2026, konflik regional terakhir telah melemahkan kepercayaan negara-negara Timur Tengah terhadap Amerika Serikat.

Harian Israel tersebut menyebut banyak negara kawasan kini memandang Israel sebagai pihak yang menyeret Timur Tengah ke dalam konflik yang menimbulkan kerugian besar bagi stabilitas regional.

Haaretz melaporkan negara-negara Arab Teluk mulai menyadari bahwa mereka tidak lagi dapat sepenuhnya bergantung kepada Amerika Serikat dalam urusan keamanan. Karena itu, negara-negara tersebut mulai mencari pola aliansi pertahanan baru, termasuk membuka kemungkinan kerja sama dengan Iran.

Baca juga: Analisis Hukum: Negara Arab Tuan Rumah Pangkalan AS Tak Berhak Protes Hak Bela Diri Iran

Media itu juga memperingatkan bahwa kembali mengandalkan strategi “sabuk keamanan” hanya akan memicu perang gerilya dan korban berkepanjangan, sebagaimana pengalaman Israel selama 18 tahun terjebak dalam konflik di Lebanon selatan.

Sementara itu, harian Israel lainnya, Israel Hayom, menyatakan Israel pada awal perang terhadap Iran meyakini sistem politik Republik Islam akan runtuh. Namun, skenario tersebut tidak terjadi dan justru dinilai sebagai kegagalan strategis besar bagi Tel Aviv.

Israel Hayom menambahkan hal paling mengkhawatirkan bagi Israel adalah menguatnya posisi Iran setelah perang, sementara Israel dan Amerika Serikat dinilai mengalami pelemahan pengaruh di kawasan.

Laporan tersebut muncul di tengah meningkatnya pembahasan mengenai perubahan keseimbangan kekuatan di Timur Tengah pascaperang Iran dan Amerika Serikat, termasuk dorongan sejumlah negara kawasan untuk membangun arsitektur keamanan baru yang lebih independen dari Washington. []

Baca juga: Yaman Peringatkan Negara Arab: Jika Tak Melawan Konspirasi Zionis, Jangan Menjadi Alatnya