Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

IRGC: Korban Tewas Tentara AS Lampaui 200 Orang

Published

on

Juru Bicara IRGC Brigjen Hossein Mohbi menyampaikan keterangan mengenai hasil Operasi Nasr 2 dalam konferensi pers. (Foto: IRNA)
IRGC menyatakan lebih dari 200 personel militer AS tewas dalam Operasi Nasr 2 dan menuding Washington menutupi jumlah korban sebenarnya.

Ahlulbait Indonesia, 26 Juli 2026 – Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigjen Hossein Mohbi, menyatakan jumlah personel militer Amerika Serikat yang tewas akibat pelanggaran nota kesepahaman telah melampaui 200 orang.

Mengutip laporan IRNA pada Minggu (26/7/2026), Mohbi mengatakan angka korban yang diumumkan pemerintah Amerika Serikat tidak mencerminkan kondisi sebenarnya. Menurutnya, lebih dari 200 personel AS tewas dalam Operasi Nasr 2, sementara jumlah korban luka disebut jauh lebih besar.

Sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat menyerukan penghentian perang dengan Iran setelah pemerintah AS mengakui jatuhnya korban di pihak militernya.

Baca juga: Citra Satelit Tunjukkan Gudang Amunisi Pasukan Khusus AS di Yordania Remuk

Mohbi menjelaskan bahwa dalam operasi tersebut, IRGC menyerang delapan pusat penempatan pasukan Amerika Serikat. Ia menyebut, pada salah satu sasaran saja terdapat 20 hanggar yang telah dihancurkan.

Selain itu, Mohbi menyerukan kepada masyarakat Amerika agar tidak membiarkan para komandan mereka, yang “pembohong”, menganggap rakyat sebagai pihak yang mudah dikelabui.

Ia juga mengatakan pemerintah Amerika Serikat seharusnya mengizinkan para jurnalis mengunjungi lokasi-lokasi yang menjadi sasaran serangan agar dapat menyaksikan langsung tingkat kerusakan serta memperkirakan jumlah korban yang sebenarnya. []

Baca juga: The Atlantic: AS Harus Akui Kekalahan dalam Perang Melawan Iran