Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

AS Kerahkan Tekanan Diplomatik agar Negara-Negara Absen dari Pemakaman Sayyid Ali Khamenei

Published

on

Poster raksasa bertajuk "Pemimpin Syahidku" karya Saber Sheikh Rezaee menghiasi Maidan-e Rah Ahan (Stasiun Kereta Api), Teheran, untuk memperingati pemakaman Pemimpin Revolusi Islam Iran, Sayyid Ali Khamenei. Tema karya tersebut berbunyi "Pemimpin Syahidku" (bahasa Persia: Āghā-ye Shahīd-e Īrān).
Poster raksasa bertajuk "Pemimpin Syahidku" karya Saber Sheikh Rezaee menghiasi Maidan-e Rah Ahan (Stasiun Kereta Api), Teheran, untuk memperingati pemakaman Pemimpin Revolusi Islam Iran, Sayyid Ali Khamenei. Tema karya tersebut berbunyi "Pemimpin Syahidku" (bahasa Persia: Āghā-ye Shahīd-e Īrān).

Ahlulbait Indonesia, 4 Juli 2026 – Amerika Serikat dilaporkan mengerahkan jaringan diplomatiknya untuk menekan sejumlah negara agar tidak menghadiri prosesi pemakaman Pemimpin Revolusi Islam Iran, Sayyid Ali Khamenei, di Teheran. Kantor berita Tasnim pada 3 Juli melaporkan bahwa Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menginstruksikan seluruh kedutaan besar dan misi diplomatik AS menyampaikan peringatan resmi kepada pemerintah negara-negara mitra terkait kehadiran dalam upacara tersebut.

Menurut Tasnim, pemerintah Amerika Serikat memperingatkan bahwa partisipasi dalam prosesi pemakaman akan dipandang sebagai tindakan yang tidak bersahabat terhadap Washington. Laporan itu menyebut langkah tersebut merupakan bagian dari kampanye diplomatik untuk membatasi kehadiran internasional dalam penghormatan terakhir kepada pemimpin Iran tersebut.

Baca juga: Kementerian Intelijen Iran Perbarui Baiat, Ajak Warga Hadiri Prosesi Penghormatan

Di tengah laporan mengenai tekanan diplomatik tersebut, Pemerintah Indonesia memastikan tetap mengirimkan perwakilan untuk menghadiri prosesi pemakaman di Teheran. Menurut laporan Metro TV pada 3 Juli, Indonesia diwakili oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Iran, Roy Sumirat, sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas kepada pemerintah serta rakyat Iran.

Prosesi pemakaman berlangsung di Kompleks Musalla Imam Khomeini, Teheran, dengan dihadiri puluhan kepala negara, pejabat tinggi, serta delegasi diplomatik dari lebih dari 100 negara. Kehadiran para pemimpin dan utusan resmi itu menunjukkan tetap besarnya partisipasi internasional meskipun diwarnai laporan mengenai upaya tekanan diplomatik dari Washington.

Tasnim juga melaporkan bahwa para duta besar Amerika Serikat di sejumlah negara Afrika memperoleh arahan agar menyampaikan kemungkinan konsekuensi diplomatik apabila pemerintah setempat tetap mengirimkan delegasi. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa kehadiran pada upacara pemakaman berpotensi memengaruhi hubungan bilateral, termasuk peluang memperoleh bantuan dari Washington.

Baca juga: Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran Tegaskan Ikrar Lanjutkan Jalan Syuhada

Laporan yang sama menyebut salah satu negara besar di kawasan Afrika Utara akhirnya menurunkan tingkat representasinya karena mempertimbangkan dampak terhadap hubungan dengan Amerika Serikat.

Selain itu, sedikitnya 13 negara dari kawasan Eropa Timur, Afrika, Teluk, dan Asia Timur dilaporkan membatalkan atau mengurangi tingkat kehadiran dalam prosesi pemakaman. Sejumlah pemerintah disebut memilih menyampaikan penjelasan melalui jalur diplomatik guna menghindari memburuknya hubungan dengan Washington. []

Baca juga: Jutaan Penziarah Padati Teheran, Iran Gelar Penghormatan Terakhir bagi Pemimpin Syahid Revolusi