Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Yaman Balas Serangan Saudi, Aramco Digempur Puluhan Rudal Balistik dan Drone

Published

on

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree mengumumkan serangan puluhan rudal balistik dan drone terhadap fasilitas Aramco di Jizan dan Yanbu. (Foto: Al-Masirah)
Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Yahya Saree mengumumkan serangan puluhan rudal balistik dan drone terhadap fasilitas Aramco di Jizan dan Yanbu. (Foto: Al-Masirah)

Ahlulbait Indonesia, 26 Juli 2026 – Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan telah melancarkan dua operasi militer berskala besar yang menyasar fasilitas strategis milik perusahaan minyak Saudi Aramco di Jizan dan Yanbu. Operasi tersebut melibatkan puluhan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak (drone).

Dalam pernyataan yang dikutip Al-Masirah pada Sabtu (25/7), Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengatakan gelombang serangan pertama menghantam sejumlah fasilitas vital dan sensitif Aramco di Jizan menggunakan puluhan rudal balistik dan drone.

Baca juga: Yaman Serang Balik Jizan Usai Hodeidah Diserang

Pada operasi berikutnya, pasukan Yaman kembali menyerang target-target strategis Aramco di Yanbu dengan kombinasi rudal balistik, rudal jelajah (cruise missile), dan drone.

Saree menegaskan kedua operasi tersebut berhasil mengenai sasaran secara presisi. Ia juga menyatakan bahwa blokade laut terhadap Arab Saudi tetap diberlakukan sebagai bagian dari strategi militer Yaman.

Menurutnya, eskalasi serangan yang terus dilakukan Riyadh menunjukkan tekad Arab Saudi untuk mempertahankan blokade terhadap rakyat Yaman sekaligus terus melanggar kedaulatan negara itu.

Baca juga: Sanaa: Fasilitas Minyak Arab Saudi Masuk Daftar Sasaran jika Riyadh Terus Tingkatkan Eskalasi

Ia memperingatkan bahwa, seiring perkembangan situasi di medan perang dalam beberapa jam dan hari ke depan, Yaman siap memperluas cakupan operasi militernya berdasarkan prinsip “blokade dibalas blokade, eskalasi dibalas eskalasi.”

Secara terpisah, Parlemen Yaman menyatakan Arab Saudi memikul tanggung jawab penuh atas meningkatnya ketegangan di kawasan. Lembaga legislatif itu menilai kebijakan Riyadh telah memperbesar ancaman terhadap keamanan dan stabilitas regional.

Parlemen menegaskan bahwa rakyat Yaman bersama angkatan bersenjatanya memiliki hak untuk menggunakan seluruh opsi yang tersedia guna menghadapi agresi dan mempertahankan hak-hak mereka. Pemerintah Yaman juga memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap Pelabuhan Hodeidah maupun Pulau Kamaran akan dibalas dengan respons yang lebih keras.

Sementara itu, Juru Bicara Ansarullah sekaligus Kepala Delegasi Perundingan Sanaa, Mohammed Abdulsalam, menyatakan serangan Saudi terhadap Bandara Internasional Sanaa tidak akan mengubah sikap rakyat Yaman. Menurutnya, mereka akan terus memperjuangkan hak-haknya dengan segala cara yang diperlukan.

Baca juga: Ansarullah Peringatkan AS agar Tidak Mendukung Agresi Saudi

Abdulsalam menyebut blokade laut terhadap Arab Saudi merupakan langkah awal dalam strategi “blokade dibalas blokade”. Ia juga memperingatkan bahwa kebijakan Riyadh telah menjadikannya sebagai musuh terbuka Yaman. Jika Arab Saudi tetap bersikeras mempertahankan pendekatan militernya, kata dia, dampak serius terhadap keamanan dan perekonomian negara itu tidak akan terelakkan. []

Baca juga: Ansarullah: Saudi Akan Hadapi Respons Menyeluruh dari Yaman