Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran Tegaskan Kanal Komunikasi dengan AS di Selat Hormuz Bersifat Politik

Published

on

eheran menegaskan kanal komunikasi dengan Amerika Serikat di kawasan tersebut hanya bersifat politik dan tidak mengubah aturan pelayaran maupun kedaulatan Iran atas selat itu.
eheran menegaskan kanal komunikasi dengan Amerika Serikat di kawasan tersebut hanya bersifat politik dan tidak mengubah aturan pelayaran maupun kedaulatan Iran atas selat itu. (Dok: Press TV)

Ahlulbait Indonesia, 28 Juni 2026 — Seorang sumber keamanan Iran mengonfirmasi adanya kanal komunikasi antara Iran dan Amerika Serikat di Selat Hormuz. Namun, Teheran menegaskan saluran tersebut hanya bersifat politik, tidak melibatkan hotline militer, serta tidak mengubah aturan pelayaran maupun kedaulatan Iran di jalur perairan strategis itu.

Dalam keterangannya kepada Press TV yang dipublikasikan Sabtu (27/6/2026), sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan kanal komunikasi tersebut dibentuk sebagai sarana komunikasi politik, bukan mekanisme koordinasi militer.

“Ini adalah saluran komunikasi politik dan tidak mencakup jalur langsung dari angkatan bersenjata Republik Islam,” ujar sumber tersebut.

Baca juga: Dewan Pakar Iran Ingatkan Pemerintah Jangan Langgar Garis Merah dalam Negosiasi

Konfirmasi itu disampaikan sehari setelah juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Hossein Mohebi, membantah laporan mengenai adanya jalur komunikasi langsung antara Iran dan Amerika Serikat.

Sumber tersebut menegaskan pembentukan kanal komunikasi tidak memengaruhi kedaulatan Iran atas Selat Hormuz maupun mekanisme pelayaran di kawasan tersebut. Menurutnya, saluran itu juga tidak berarti Iran dan Amerika Serikat melakukan koordinasi mengenai perlintasan kapal di perairan strategis tersebut.

“Setiap pelayaran yang melintasi Selat Hormuz harus dilakukan melalui jalur yang secara resmi telah ditetapkan oleh Iran,” katanya.

Menurut Press TV, pembentukan kanal komunikasi merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mencegah insiden di Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.

Laporan itu juga menyebut Iran dan Amerika Serikat kembali saling melancarkan serangan pada Jumat dan Sabtu setelah sejumlah kapal dagang yang berlayar di luar jalur pelayaran yang ditetapkan Iran menjadi sasaran serangan. Teheran membantah tuduhan yang menyebut pihaknya berada di balik insiden tersebut.

Perkembangan ini terjadi setelah Iran dan Amerika Serikat menandatangani perjanjian sementara pada 18 Juni yang memuat ketentuan mengenai keselamatan pelayaran kapal niaga di Selat Hormuz.

Baca juga: Pesan Peringatan Jenderal Qaani Picu Kekhawatiran Menteri Perang Israel

Selain itu, Pasal 5 Nota Kesepahaman Islamabad mengatur pembahasan antara Iran dan Oman mengenai mekanisme pengelolaan Selat Hormuz serta layanan maritim pada masa mendatang sesuai hukum internasional dan hak kedaulatan negara-negara pantai.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi sebelumnya menegaskan bahwa keamanan pelayaran di Selat Hormuz tidak dapat dijamin melalui pengaturan yang tidak jelas, jalur pelayaran paralel, atau mekanisme pengambilan keputusan yang mengabaikan peran Iran sebagai negara pantai.

Iran berulang kali menegaskan kewenangannya dalam pengelolaan Selat Hormuz sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan energi dunia. []

Baca juga: Ada Apa, Tuan Trump? Media Dunia Soroti Dampak Perang terhadap Iran