Internasional
Anggota Parlemen Yordania: Tentara Amerika Datang ke Yordania untuk Berwisata

Ahlulbait Indonesia, 21 Juli 2026 – Pernyataan anggota parlemen Yordania, Ali al-Khalayleh, mengenai tewasnya personel militer Amerika di negaranya memicu gelombang sindiran dan ejekan di media sosial Arab.
Menurut laporan Fars News Agency pada Selasa (21/7/2026), setelah tewasnya dua personel militer Amerika dan satu personel lainnya dinyatakan hilang dalam serangan rudal Iran ke Pangkalan Muwaffaq al-Salti, pemerintah Yordania berada dalam posisi sulit. Sebelumnya, para pejabat Yordania secara tegas membantah keberadaan dan penempatan pasukan Amerika di negara tersebut.
Baca juga: Iran Lumpuhkan Pangkalan Strategis AS di Kuwait dan Yordania, Sejumlah Pesawat Militer Hancur
Salah satunya adalah Menteri Luar Negeri Yordania, Ayman Safadi, yang pada Kamis pekan lalu dengan tegas membantah keberadaan pasukan Amerika di wilayah Yordania.
Di tengah situasi tersebut, pernyataan anggota parlemen Ali al-Khalayleh untuk menjelaskan keberadaan personel militer Amerika di negaranya justru memicu keheranan dan gelombang olok-olok di kalangan warganet Arab.
Al-Khalayleh, yang dalam beberapa bulan terakhir berulang kali melontarkan pernyataan keras terhadap Iran, mengatakan kepada seorang jurnalis:
“Hari ini, dalam Komite Persahabatan Yordania–Amerika, kami berbicara dengan para anggota Kongres AS dan menyampaikan belasungkawa atas tewasnya personel militer Amerika yang secara kebetulan sedang berwisata bersama seorang penggembala ketika terkena serpihan rudal.”
Pernyataan tersebut segera menuai gelombang ejekan dari warganet Arab.
Dalam wawancara yang sama, jurnalis tersebut mengingatkan Al-Khalayleh atas pernyataannya sebelumnya yang menyebut pemerintahan Iran akan segera runtuh.
Baca juga: CENTCOM Akui Dua Personel Militer AS Tewas dalam Serangan Balasan Iran di Yordania
“Sebelumnya Anda mengatakan pemerintahan Iran akan segera tumbang. Namun sekarang justru ancaman Iran semakin meluas hingga menjangkau seluruh kawasan, termasuk Yordania. Apa tanggapan Anda?”
Al-Khalayleh tidak menjawab pertanyaan tersebut secara langsung. Ia hanya kembali mengklaim bahwa “pemerintahan Iran sedang menuju kehancuran, telah bangkrut, dan akan segera berakhir.”
Pernyataan itu kembali memicu beragam komentar bernada satir dari warganet Arab.
Seorang pengguna media sosial asal Yordania menulis:
“Anggota parlemen Yordania Ali al-Khalayleh menyampaikan belasungkawa kepada rakyat Amerika atas tewasnya tentaranya di Yordania, lalu kembali mengatakan bahwa pemerintahan Iran akan segera berakhir.”
“Kurang satu kalimat lagi: tinggal bilang mereka gugur sebagai syuhada! 😂”
Pengguna lain menulis:
“La haula wa la quwwata illa billahil ‘Aliyyil ‘Azhim. Sampai sekarang mereka masih bersikeras bahwa tidak ada pangkalan militer Amerika di negara mereka!”
Sementara itu, pengguna lain berkomentar:
“Subhanallah! Mereka datang dari seberang dunia hanya untuk kehilangan nyawa di negara seluas lebih dari 90 ribu kilometer persegi, dan kebetulan serpihan rudal itu memilih jatuh tepat di lokasi mereka! 😂😂😂”
“Saya sertakan videonya supaya kalian yakin ini bukan lelucon.”
Pengguna lainnya menulis:
“Tolong jangan tertawa! Anggota Parlemen Yordania Ali al-Khalayleh menyampaikan belasungkawa atas tewasnya tentara Amerika dan mengatakan bahwa mereka sedang menikmati wisata santai di padang pasir bersama beberapa penggembala ketika secara kebetulan terkena serpihan rudal Iran! 😅”. []
Baca juga: Serangan Rudal dan Drone Iran Hantam Pangkalan AS di Al-Azraq, Yordania







