Internasional
Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Israel, Respons Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon

Ahlulbait Indonesia, 8 Juni 2026 — Angkatan bersenjata Republik Islam Iran melancarkan serangan rudal berskala besar terhadap sejumlah posisi militer dan strategis Israel pada Senin dini hari (8/6), sebagai respons atas pelanggaran berulang gencatan senjata dan serangan yang terus dilakukan rezim Zionis terhadap Lebanon.
Mengutip laporan Kantor Berita Mehr pada Senin (8/6), operasi tersebut dilaksanakan dalam kerangka hak membela diri dan sebagai jawaban atas tindakan Israel yang berulang kali melanggar kesepakatan gencatan senjata, khususnya di front Lebanon.
Serangan dilakukan setelah Israel, dengan dukungan penuh Amerika Serikat, kembali melancarkan serangan ke Lebanon selatan dan kawasan Dahiyeh di Beirut. Serangan-serangan tersebut menewaskan puluhan warga sipil Lebanon dan dinilai sebagai pelanggaran langsung terhadap kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya.
Kesepakatan gencatan senjata itu tercapai setelah perang langsung selama 40 hari antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat. Perjanjian tersebut dimediasi Pakistan di Islamabad dan mencakup penghentian penuh serangan di seluruh front konflik, termasuk Lebanon.
Dalam kesepakatan tersebut, penghentian serangan terhadap rakyat Lebanon menjadi salah satu syarat utama yang diajukan Iran. Namun setelah perjanjian berlaku, Israel kembali melancarkan serangan ke sejumlah wilayah Lebanon dan meningkatkan operasi militernya terhadap kawasan sipil.
Pemerintah Iran sebelumnya telah menegaskan tidak akan tinggal diam terhadap setiap pelanggaran gencatan senjata, terutama yang menyangkut Lebanon sebagai salah satu poin utama dalam perundingan Islamabad.
Pekan lalu, ketika militer Israel disebut bersiap melakukan serangan ke Beirut, Iran juga telah mengeluarkan peringatan bahwa setiap agresi terhadap ibu kota Lebanon akan dibalas dengan serangan rudal ke wilayah utara Israel. Peringatan tersebut kemudian menghentikan rencana serangan yang dimaksud.
Dalam operasi terbaru, puluhan rudal balistik presisi diluncurkan ke sejumlah pangkalan dan pusat militer penting di wilayah pendudukan. Sirene peringatan dilaporkan berbunyi di Tel Aviv, Haifa, dan sejumlah kawasan lain di Palestina pendudukan.
Baca juga: Hamas Kecam Serangan Israel di Gaza yang Tewaskan 7 Warga Sipil
Sumber-sumber militer menyatakan sasaran yang ditentukan berhasil dihantam secara tepat. Operasi tersebut juga mengirimkan pesan pencegahan yang jelas kepada Israel dan Amerika Serikat mengenai konsekuensi dari setiap pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah disepakati.
Serangan ini menunjukkan tekad Iran untuk mempertahankan Poros Perlawanan dan mendukung rakyat Lebanon serta Palestina. Menurut Tehran, pelanggaran gencatan senjata tidak hanya merusak stabilitas kawasan, tetapi juga mengganggu proses diplomatik yang telah dibangun melalui mediasi Pakistan.
Iran kembali menegaskan bahwa setiap agresi lanjutan terhadap Lebanon atau front-front perlawanan lainnya akan menghadapi respons yang lebih keras pada waktu dan tempat yang ditentukan. []
Baca juga: Paus Leo XIV: Agresi Militer AS dan Israel terhadap Iran Bukan Perang yang Adil







