Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Satelit NASA Deteksi Kebakaran Besar di Fasilitas Aramco Arab Saudi

Published

on

Satelit NASA mendeteksi kebakaran besar di fasilitas Saudi Aramco di Jizan setelah laporan serangan rudal dan drone dari Yaman.

Ahlulbait Indonesia, 25 Juli 2026 – Citra satelit NASA mendeteksi sejumlah titik kebakaran besar di fasilitas milik Saudi Aramco di Kota Jizan, Arab Saudi.

Mengutip Fars News Agency pada Sabtu (25/7), sistem pemantauan satelit Visible Infrared Imaging Radiometer Suite (VIIRS) milik NASA mengidentifikasi beberapa titik api di kilang minyak Saudi Aramco di Jizan.

Baca juga: Kapal Tanker Saudi Diserang di Selat Bab el-Mandeb

Menurut laporan tersebut, kebakaran terdeteksi setelah serangan rudal dan drone yang dilancarkan Yaman pada hari yang sama. Serangan itu disebut sebagai respons atas serangan Angkatan Udara Kerajaan Arab Saudi (Royal Saudi Air Force/RSAF) terhadap Kota Pelabuhan Hodeidah di Yaman.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Saudi Aramco maupun otoritas Arab Saudi terkait laporan kebakaran tersebut ataupun dugaan penyebabnya.

Saudi Aramco merupakan perusahaan energi nasional Arab Saudi yang mengelola sekitar 99 persen cadangan minyak mentah terbukti negara itu, dengan total cadangan diperkirakan mencapai 259 miliar barel.

Citra satelit NASA mendeteksi sejumlah titik kebakaran di fasilitas Saudi Aramco, Jizan, di tengah meningkatnya eskalasi konflik Yaman–Arab Saudi. (Foto: NASA/VIIRS)

Citra satelit NASA mendeteksi sejumlah titik kebakaran di fasilitas Saudi Aramco, Jizan, di tengah meningkatnya eskalasi konflik Yaman–Arab Saudi. (Foto: NASA/VIIRS)

Baca juga: Ansarullah Peringatkan AS agar Tidak Mendukung Agresi Saudi

Rangkaian serangan dan serangan balasan dalam beberapa hari terakhir menunjukkan bahwa konflik memasuki fase eskalasi yang semakin berisiko. Dengan infrastruktur energi strategis mulai menjadi sasaran, dampak konflik tidak lagi terbatas pada aspek militer, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas energi, ekonomi, dan keamanan kawasan. Hingga kini, belum terlihat adanya tanda-tanda deeskalasi dari pihak-pihak yang terlibat. []

Baca juga: Yaman Unjuk Kekuatan: Seluruh Kapal Menuju Pelabuhan Saudi Dilarang Melintas