Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Media Israel: Wilayah Tengah Israel Dibombardir Rudal Iran

Published

on

Media Israel melaporkan ledakan besar di wilayah tengah Israel menyusul serangan rudal Iran.

Ahlulbait Indonesia, 8 Juni 2026 — Media-media Israel melaporkan dimulainya serangan rudal Iran yang disertai ledakan-ledakan besar di sejumlah wilayah di bagian tengah Palestina pendudukan.

Menurut laporan Kantor Berita Mehr, pada Senin dini hari (8/6/26), serangan tersebut dimulai setelah pelanggaran gencatan senjata yang disebut dilakukan berulang kali oleh Israel dan Amerika Serikat, serta setelah terlampauinya garis-garis merah yang sebelumnya telah ditetapkan Iran.

Baca juga: Komandan Pasukan Dirgantara IRGC Sampaikan Pesan kepada Rakyat Iran

Pasukan bersenjata Iran dilaporkan mulai melancarkan serangan rudal terhadap target-target di wilayah Israel sebagai bagian dari respons atas perkembangan tersebut.

Di saat yang sama, kelompok cyber Handala mengumumkan dimulainya operasi siber yang menargetkan infrastruktur dan sejumlah sasaran yang terkait dengan rezim Zionis. Dalam pernyataan yang dipublikasikan, Handala menyebut operasi tersebut berlangsung bersamaan dengan serangan rudal yang sedang diarahkan ke berbagai target di wilayah pendudukan.

Kelompok itu menyatakan bahwa operasi yang dijalankan merupakan bagian dari tindakan terkoordinasi yang menggabungkan serangan di ranah siber dan militer.

“Seiring dengan serangan-serangan rudal, operasi siber gabungan terhadap infrastruktur dan target-target yang terkait dengan rezim Zionis juga sedang berlangsung,” demikian bunyi pernyataan Handala.

Pengumuman tersebut muncul di tengah laporan sejumlah sumber lokal mengenai peluncuran beberapa rudal Iran ke arah posisi-posisi yang disebut sebagai target musuh Sumber-sumber yang sama juga melaporkan sirene peringatan serangan udara berbunyi di berbagai wilayah pendudukan seiring berlangsungnya serangan rudal.

Sebelumnya pada hari yang sama, Israel melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap kawasan Dahiyeh di Beirut selatan. Menurut laporan tersebut, serangan itu dilakukan dengan dukungan Amerika Serikat.

Baca juga: IRGC: Pangkalan Udara Ramat David Jadi Sasaran Rudal Balistik Iran

Laporan Mehr menyebut serangan terhadap Dahiyeh menunjukkan bahwa pihak Amerika tidak berkomitmen pada jalur perundingan dan diplomasi. Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa setiap kali proses negosiasi berlangsung, tindakan militer kembali dilakukan.

Sebelumnya, sejumlah pejabat Iran telah memperingatkan bahwa front Lebanon, khususnya kawasan Dahiyeh Beirut selatan, merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata yang telah dicapai.

Iran juga telah menyatakan bahwa apabila Israel melanggar garis merah tersebut, maka serangan-serangan balasan dan operasi penghukuman akan dimulai. []

Baca juga: Iran Luncurkan Serangan Rudal ke Israel, Respons Pelanggaran Gencatan Senjata di Lebanon