Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Handala Bobol Sistem Air California sebagai Balasan atas Serangan AS di Iran

Published

on

Tangkapan layar yang dirilis oleh Handala menunjukkan akses kelompok tersebut ke informasi fasilitas air di California. (Press TV)

Ahlulbait Indonesia, 12 Juni 2026 — Kelompok peretas pro-perlawanan yang menamakan diri Handala mengklaim berhasil membobol sistem fasilitas air di California, Amerika Serikat, sebagai respons atas serangan udara AS terhadap dua reservoir air minum di Provinsi Hormozgan, Iran.

Dalam pernyataan yang dirilis Jumat (12/6/2026) dan dilaporkan Press TV, Handala menyebut aksinya dilakukan setelah serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas penyimpanan air di Kota Sirik yang, menurut otoritas Iran, menyebabkan lebih dari 20.000 warga kehilangan akses terhadap air minum.

Baca juga: Komandan Militer Iran Peringatkan AS atas Kontradiksi Ancaman dan Diplomasi

“Dua hari lalu, Trump menghancurkan fasilitas penyedia air bagi warga Sirik dengan rudal bernilai jutaan dolar dan memaksa mereka menghadapi krisis air di tengah suhu yang mencapai 50 derajat Celsius. Hari ini, balasan telah mencapai jantung Amerika,” tulis kelompok tersebut.

Handala menegaskan memiliki kemampuan untuk mengganggu pasokan air di kota-kota Amerika Serikat, namun menyatakan tidak melakukannya. Kelompok itu menyebut aksinya dimaksudkan sebagai peringatan kepada Gedung Putih.

“Ini bukan lagi tahun 2010 ketika Anda dapat menyerang tanpa konsekuensi. Kini setiap serangan akan dibalas dalam hitungan jam dengan pukulan yang lebih besar terhadap infrastruktur Anda sendiri,” demikian pernyataan mereka.

Kelompok tersebut juga mengklaim telah memperoleh sekitar 5 gigabita data dari sistem yang diakses dan menyebut data tersebut sebagai bukti operasi yang mereka lakukan. Hingga kini belum ada konfirmasi independen mengenai klaim tersebut maupun tanggapan resmi dari otoritas Amerika Serikat.

Sementara itu, serangan terhadap fasilitas air di Sirik terus memicu reaksi di Iran. Kepala Kehakiman Provinsi Hormozgan, Mojtaba Qahramani, mengumumkan bahwa kasus tersebut telah didaftarkan sebagai dugaan kejahatan perang untuk diproses melalui jalur hukum domestik dan internasional.

Baca juga: Al-Nujaba: Senjata Perlawanan Merupakan Kebutuhan Strategis

Qahramani merujuk pada Protokol Tambahan I Konvensi Jenewa 1977 yang melarang serangan terhadap objek-objek yang diperlukan bagi kelangsungan hidup penduduk sipil, termasuk fasilitas dan jaringan air minum.

Sejumlah laporan media internasional juga menyoroti dampak serangan tersebut. Analisis yang dikutip The New York Times menyebut penargetan fasilitas air sipil berpotensi menimbulkan persoalan hukum berdasarkan hukum humaniter internasional.

Meski demikian, Perusahaan Air dan Limbah Hormozgan menyatakan distribusi air ke wilayah terdampak telah dipulihkan dalam waktu kurang dari 12 jam setelah serangan. Namun, kerusakan terhadap reservoir disebut tetap menimbulkan gangguan serius bagi jaringan pasokan air di kawasan tersebut. []

Baca juga: Menteri Pertahanan Inggris Mundur setelah Berselisih dengan Starmer