Internasional
IRGC: Intelijen AS Gagal Membaca Realitas Medan

Media ABI, 14 September 2026 — Penjabat Menteri Pertahanan dan Dukungan Angkatan Bersenjata Iran, Brigadir Jenderal IRGC Sayyid Majid Ibn al-Reza, menilai pengulangan ancaman Amerika Serikat terhadap Iran menunjukkan kegagalan perangkat intelijen dan analisis Washington dalam membaca realitas di lapangan.
Dalam laporan Mehr News pada Senin (14/9/2026), Ibn al-Reza mengatakan sejumlah pejabat Amerika Serikat keliru jika mengira ancaman yang terus diulang dapat mengubah sikap Iran atau membuat Republik Islam gentar.
Baca juga: Jangan Sampai Diplomasi Iran Jadi “Pas Gol” untuk Trump
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan para manajer organisasi industri Kementerian Pertahanan Iran. Menurut Ibn al-Reza, pengulangan ancaman lama lebih mencerminkan kebuntuan dalam membaca situasi daripada kekuatan.
“Jika perangkat intelijen dan analisis suatu pihak mampu melihat dan menganalisis realitas di lapangan dengan benar, pihak tersebut tidak mungkin terus bersikeras pada asumsi dan ancaman yang berkali-kali terbukti tidak benar,” ujarnya.
Ibn al-Reza menegaskan Iran tidak memberikan nilai operasional terhadap ancaman Amerika Serikat. Menurutnya, ancaman tersebut lebih merupakan pesan atau pernyataan politik daripada peringatan yang didukung kemampuan militer nyata.
“Republik Islam Iran dan perangkat perhitungan kami tidak memberikan nilai apa pun terhadap ancaman mereka. Pada dasarnya, ancaman tersebut tidak memiliki nilai operasional bagi kami dan lebih merupakan pesan politik atau pernyataan politik daripada pesan yang didukung kemampuan militer nyata,” katanya.
Dia kemudian mengaitkan pernyataannya dengan perkembangan di kawasan. Menurut Ibn al-Reza, kondisi regional saat ini merupakan hasil dari kebijakan yang keliru dan perhitungan yang salah oleh Amerika Serikat dan rezim Zionis.
Iran, lanjutnya, tidak pernah dan tidak akan menjadi ancaman bagi negara-negara tetangga maupun masyarakat di kawasan. Teheran selalu berupaya membedakan antara pihak yang bersahabat dan pihak yang bermusuhan, serta menyampaikan sikap tersebut secara terbuka dalam berbagai kesempatan.
Baca juga: CNN Bongkar Campur Tangan Pentagon terhadap Pilot F-15 yang Jatuh di Iran
Mengenai kemungkinan perang baru, Ibn al-Reza menyatakan kemampuan Iran, terutama dalam teknologi pertahanan, telah berkembang dibandingkan konflik sebelumnya.
“Saya mengatakan dengan tingkat keyakinan yang sangat tinggi bahwa jika perang lain terjadi hari ini, Republik Islam Iran akan bertindak jauh lebih kuat dan maju secara teknologi dibandingkan perang-perang sebelumnya,” ujarnya.
Menurutnya, kemampuan tersebut tidak berhenti pada apa yang ditampilkan kepada publik. Mereka yang menganggap keberlanjutan aktivitas teknologi, lini produksi, dan pabrik persenjataan Iran hanya sebagai narasi atau judul pemberitaan, menurut Ibn al-Reza, telah melihat sendiri kemampuan angkatan bersenjata Iran di lapangan.
Apa yang terkadang diperlihatkan kepada publik, katanya, hanya sebagian kecil dari kemampuan dan kapasitas industri pertahanan Iran. Pengembangan teknologi dan produksi pertahanan tersebut terus berjalan.
Ibn al-Reza juga menyebut Iran kini lebih kuat, lebih bersatu, dan lebih waspada dibandingkan periode-periode sebelumnya dalam sejarahnya. Pengalaman yang diperoleh dari medan, menurutnya, turut mendorong peningkatan kemampuan pertahanan dan teknologi.
Baca juga: Penulis AS: Pengaruh Washington di Timur Tengah Runtuh
Koordinasi antara berbagai tingkatan negara, lanjutnya, juga berjalan penuh, termasuk dalam proses pengambilan keputusan. Kondisi tersebut memungkinkan Iran bergerak dengan koordinasi dan kecepatan tinggi.
Ibn al-Reza memastikan Iran berada dalam kesiapan penuh menghadapi berbagai ancaman. Kesiapan tersebut, menurutnya, bertumpu pada strategi serta kemampuan yang dikembangkan secara mandiri.
“Republik Islam Iran untuk menjamin keamanan dan mempertahankan kepentingannya bergantung pada kehendak, kemampuan, dan kapasitas domestiknya sendiri,” tegasnya. []
Baca juga: Stok Rudal Pencegat Menipis, Trump Pamer Senjata Laser







