Ikuti Kami Di Medsos

Internasional

Iran kepada Pasukan AS, Tinggalkan Teluk Persia dan Kembali ke “Teluk Babi”

Published

on

Juru Bicara IRGC Brigadir Jenderal Mohebi menyampaikan pesan kepada pasukan Amerika Serikat setelah IRGC mengumumkan penangkapan kendaraan bawah laut nirawak AS di sekitar Selat Hormuz.
Juru Bicara IRGC Mohebi meminta pasukan Amerika Serikat meninggalkan Teluk Persia dan kembali ke “Teluk Babi” setelah penangkapan kapal selam nirawak AS.

Media ABI, 9 September 2026 – Juru Bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC, Brigadir Jenderal Mohebi, meminta pasukan Amerika Serikat meninggalkan kawasan Teluk Persia dan kembali ke “Teluk Babi”. Pernyataan tersebut disampaikan setelah IRGC mengumumkan penangkapan sebuah kapal selam nirawak milik militer AS di sekitar Selat Hormuz.

Baca juga: IRGC Tangkap Kapal Selam Nirawak Pintar AS di Selat Hormuz

Dikutip Mehrnews pada Rabu (9/9/26), Mohebi melalui unggahan di salah satu jejaring sosial mengatakan teknologi canggih militer Amerika Serikat tidak mampu menembus sistem pemantauan Iran di Selat Hormuz.

“Penangkapan dini hari terhadap kapal selam nirawak tercanggih militer Amerika Serikat tahun 2025 berarti tidak ada teknologi canggih yang mampu menembus lapisan pemantauan kami di Selat Hormuz,” tulis Mohebi.

Dalam unggahan yang sama, Mohebi menyampaikan pesan langsung kepada pasukan Amerika Serikat.

“Penguasaan atas Teluk Persia adalah milik para pemuda teknologi kami. Kembalilah ke Teluk Babi,” ujarnya.

“Teluk Babi” merujuk pada Bay of Pigs di Kuba, lokasi operasi pendaratan yang didukung Amerika Serikat dalam upaya menggulingkan pemerintahan Fidel Castro pada 1961. Mohebi menggunakan istilah tersebut sebagai sindiran kepada Amerika Serikat sekaligus seruan agar pasukan negara itu meninggalkan kawasan Teluk Persia.

Baca juga: ISIS Sandera 20 Staf Kamp Milik Mantan Pelatih Timnas Iran di Mozambik

Pernyataan Mohebi muncul setelah IRGC mengumumkan keberhasilannya menangkap sebuah kendaraan bawah laut nirawak milik Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz. Media Iran sebelumnya menyebut sistem tersebut memiliki karakteristik yang sesuai dengan Dive-LD, kendaraan bawah laut nirawak berukuran besar yang dikembangkan untuk berbagai misi bawah permukaan.

Identitas sistem tersebut masih menunggu pembuktian teknis. Jika benar merupakan Dive-LD, penangkapan dalam kondisi utuh dapat memberi Iran akses terhadap sistem bawah laut nirawak yang dirancang untuk misi pengintaian, pemetaan dasar laut, deteksi ranjau, hingga pemeriksaan infrastruktur bawah laut.

Operasi tersebut menambah dimensi baru dalam ketegangan Iran dan Amerika Serikat di sekitar Selat Hormuz. Bagi IRGC, keberhasilan menangkap sistem bawah laut Amerika menunjukkan bahwa aktivitas bawah permukaan di jalur strategis tersebut juga berada dalam jangkauan pemantauan mereka. []

Baca juga: Iran Mampu Lumpuhkan Musuh di Titik Mana Pun