Internasional
Al-Monitor Ungkap Rencana AS-Israel Gulingkan Iran Lewat Separatis Kurdi

Ahlulbait Indonesia | 30 Mei 2026 — Media berbasis Amerika Serikat, Al-Monitor, mengungkap adanya operasi rahasia yang disusun bersama oleh Amerika Serikat dan Israel untuk menggulingkan pemerintahan Iran melalui dukungan terhadap kelompok separatis Kurdi.
Baca juga: PBB Tegaskan Gaza Milik Palestina, Tolak Rencana Netanyahu Perluas Pendudukan
Laporan tersebut mengutip sejumlah pejabat Israel dan sumber intelijen yang disebut mengetahui detail operasi itu secara langsung. Informasi itu kemudian turut dikutip Mehr News Agency pada Sabtu, 30 Mei 2026.
Seorang sumber senior intelijen Israel yang dikutip Al-Monitor menyebut rencana tersebut telah dirancang secara “komprehensif dan rinci” serta diketahui penuh oleh Washington sejak tahap awal penyusunan.
“Amerika Serikat mengetahui sepenuhnya rencana ini karena mereka menerima laporan lengkap mengenai operasi tersebut,” kata sumber tersebut.
Sumber yang sama menyebut kelompok-kelompok separatis Kurdi telah menyatakan kesiapan untuk menjalankan operasi itu. Namun, menurut klaim sumber intelijen Israel tersebut, Washington menghentikan rencana tersebut pada saat-saat terakhir sebelum dijalankan.
Baca juga: Kongres AS Diam-Diam Dorong Integrasi Militer dengan Israel lewat NDAA 2027
Al-Monitor juga mengutip pernyataan lain dari sumber intelijen Israel yang mempertanyakan apakah peluang serupa akan kembali muncul di masa mendatang.
“Siapa yang tahu kapan, atau bahkan apakah, kesempatan serupa akan datang lagi,” ujar sumber itu.
Laporan tersebut turut mengungkap adanya kekecewaan mendalam di kalangan kelompok Kurdi di Irak setelah operasi itu batal dilaksanakan. Pada saat yang sama, muncul kekhawatiran mengenai kemungkinan respons Teheran setelah rincian dugaan operasi tersebut mulai terungkap ke publik.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran, Amerika Serikat, maupun Israel terkait isi laporan tersebut.
Pengungkapan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dalam beberapa bulan terakhir, terutama setelah meluasnya konflik Gaza serta meningkatnya rivalitas pengaruh antara Teheran dan Washington di kawasan.
Hubungan Iran dan Israel sendiri terus berada dalam fase konfrontatif, baik melalui operasi intelijen, perang siber, maupun persaingan pengaruh di Suriah, Lebanon, Irak, dan Teluk Persia. Dalam beberapa tahun terakhir, Teheran berulang kali menuding Amerika Serikat dan Israel terlibat dalam upaya destabilisasi internal terhadap Republik Islam tersebut.
Baca juga: Hormuz dan Kartu Sunyi Iran di Jalur Energi Dunia
Laporan Al-Monitor menambah panjang daftar dugaan operasi rahasia yang melibatkan persaingan intelijen di Timur Tengah, kawasan yang dalam dua dekade terakhir menjadi arena utama perebutan pengaruh antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Di tengah meningkatnya ketegangan regional, pengungkapan semacam ini memperlihatkan bahwa pertarungan di Timur Tengah tidak hanya berlangsung melalui operasi militer terbuka, tetapi juga melalui perang intelijen, jaringan proksi, dan perebutan pengaruh politik lintas batas yang terus bergerak di bawah permukaan. []
Baca juga: Iran Masuk Liga Elite Teknologi Pencitraan Medis Dunia lewat ProSPECT II







