Nasional
Didesak Keluar dari BoP, Indonesia Tegaskan Alasan Pertahankan Keterlibatan

Jakarta, 30 Oktober 2026 — Indonesia menegaskan keterlibatannya dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) untuk Jalur Gaza bertujuan memperkuat peran negara dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Palestina, terutama agar aspirasi mereka tetap menjadi prioritas dalam rekonstruksi Gaza.
Menurut laporan CNN Indonesia, Kamis (29/10), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan keikutsertaan Indonesia dalam dewan bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump itu dimaksudkan untuk memastikan kepentingan dan aspirasi rakyat Palestina tidak terpinggirkan.
Baca juga: Karhutla Tembus 1,92 Juta Hektare, Api Ancam Permukiman di Kalteng
“Keterlibatan Indonesia dalam BoP pada dasarnya bertujuan memperkuat peran dan kontribusi Indonesia dalam memastikan agar kepentingan dan aspirasi rakyat Palestina tetap menjadi prioritas,” kata Yvonne.
Ia menambahkan, pendekatan serupa juga dikedepankan Indonesia dalam berbagai forum dan organisasi internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan menanggapi seruan Pelapor Khusus PBB untuk Palestina, Francesca Albanese, yang meminta Indonesia mempertimbangkan kembali keterlibatannya dalam BoP. Albanese menilai badan tersebut tidak merepresentasikan suara rakyat Palestina lantaran tidak menyertakan perwakilan mereka.
Yvonne mengatakan pemerintah Indonesia masih menangguhkan pembahasan mengenai BoP, termasuk rencana pengiriman personel TNI untuk bergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF). Pembahasan itu turut mempertimbangkan perkembangan situasi dan dinamika di Timur Tengah.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan rencana pengiriman 8.000 personel ke ISF, yang berada di bawah naungan BoP. Pengerahan yang semula direncanakan berlangsung dalam satu hingga dua bulan setelah rapat perdana BoP pada Februari itu kemudian ditunda menyusul perang AS-Israel melawan Iran.
Baca juga:
- Kapolri Baru Dihadapkan pada Tuntutan Reformasi Polri yang Belum Tuntas
- Ketua MPR RI Tegaskan Dukungan bagi Perdamaian Iran–Amerika dan Solusi Dua Negara Palestina
- Menlu Indonesia: Jutaan Rakyat Indonesia Mencintai Ayatullah Sayyid Ali Khamenei
Yvonne menegaskan, keterlibatan Indonesia dalam BoP tidak mengubah prinsip politik luar negeri Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
“Posisi politik luar negeri Indonesia tetap konsisten dan tidak berubah dalam menjalankan amanat konstitusi untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina memperoleh kemerdekaan dan kedaulatannya,” ujarnya.
Indonesia, lanjutnya, terus mendorong Solusi Dua Negara (two-state solution) sebagai jalan menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Prabowo juga sebelumnya menyatakan akan menarik diri dari BoP apabila badan tersebut tidak membawa manfaat bagi rakyat Palestina.
Kritik Albanese
Dalam wawancara dengan Reuters, Kamis (22/10), Albanese memperingatkan bahwa keterlibatan Indonesia berpotensi menormalisasi mekanisme yang dinilainya tidak wajar.
“Saya memahami niat baik (Indonesia). Tapi saya merasa ini sangat berbahaya karena berpotensi menormalisasi mekanisme yang sangat tidak normal,” katanya.
Albanese juga berpandangan Israel tidak boleh dilibatkan dalam penentuan masa depan Palestina. Sebagai alternatif, ia menyarankan Indonesia bergabung dengan Afrika Selatan, Malaysia, dan negara-negara lain di Den Haag untuk mendorong penegakan hukum terhadap Israel, termasuk melalui proses di Mahkamah Pidana Internasional. []
Baca juga: Pemerintah Tak Beri Izin Konser Israel Houghton di Jakarta



![Karhutla Indonesia mencapai 1,92 juta hektare hingga akhir September 2026. Api mengancam permukiman warga di Kalimantan Tengah. (Foto: Ulet Ifansasti]](https://i0.wp.com/ahlulbaitindonesia.or.id/wp-content/uploads/2026/10/Karhutla.jpeg?resize=80%2C80&ssl=1)



